oleh

Wabup Natuna Sampaikan Pidato Nota Keuangan Tahun 2020

Medako.co.id, Natuna – Wakil Bupati Kabupaten Natuna Ngesti Yuni Suprapti menyampaikan Pidato Pengantar tentang Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanaja Daerah (RAPBD) Tahun anggaran 2020, dalam rapat paripurna DPRD Natuna, Kamis 1 Agustus 2019.

Rapat paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Natuna, Hadi Chandra, dan didampingi oleh Wakil Ketua II Daeng Amhar dan dihadiri oleh para OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Natuna serta tamu undangan.

Wakil Ketua I DPRD Hadi Chandra dalam rapat paripurna mengatakan bahwa rapat paripurna ini membahas penyampaian Nota Keuangan dan Ranperda RAPBD tahun 2020 oleh Kepala Daerah.

“Untuk itu, baik Bupati atau yang mewakili kami persilahkan”, ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti dalam penyampaian pidatonya mengatakan anggaran dan pendapatan daerah pada hakikatnya instrumen kebijakan yang di pakai sebagai alat untuk meningkatkan pelayanan umum dan kesejahteraan masyarakat.

“Komposisi APBD kabupaten Natuna masih di dominasi oleh dana transfer dari pusat, karena hampir 91,87% sumber pendapatan berasal dari dana teransfer dari pusat. Dan hanya 3,99% bersal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sementara estimasi tahun anggaran 2020 di anggarkan sebesar Rp1,21 triliun”, paparnya.

Wabub menjelaskan secara rincian rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2020. Pendapatan asli daerah di anggarkan Rp 50,45 miliar yang bersumber dari pendapatan pajak daerah, retribusi daerah pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan serta lain-lain pendapatan asli daerah yang sah.

Sedangkan dana perimbangan dianggarkan sebesar Rp 1 triliun dengan rancangan dana bagi hasil pajak dianggarkan Rp57,76 miliar dan bagi hasil bukan pajak/sumberdaya alam Rp364,82 miliar dana alokasi umum di anggarkan sebesar Rp144,09 non pisik di anggarkan Rp167,66 miliar.

Dan lain – lain pendapatan yang sah dianggarkan sebesar Rp165,41 miliar yang bersumber dari hibah dana bos sebesar Rp 11,24 miliar dana bagi hasil pajak dari provinsi sebesar Rp 48,56 miliar dana desa sebesar Rp 69,99 miliarbdan dana insentif daer sebesar Rp 35,60miliar”,jelas Wabub

Wabub menjelaskan sedangkan anggaran belanja daerah tahun anggaran 2020 direncanakan sebesar Rp1,3 triliun terdiri dari belanja tidak langsung dan belanja langsung. Sedangkan belanja langsung di prioritaskan untuk belanja wajib yang telah di tentukan oleh peraturan perundangan-undangan sebagai mana yang telah diatur.

Wabub juga menjelaskan pemerintah daerah mengalokasikan kegiatan infrastruktur menggunakan dana DAK fisik reguler penugasan dan afrimasi sesuai dengan petunjuk teknis. Yang ditetapkan oleh pemerintah pusat sebesar Rp124.47 miliar.

Sedangkan fungsi pendidikan di alokasikan sebesar Rp20,18 miliar. Dan belanja untuk fungsi kesehatan di alokasikan sebesar Rp 13,35 miliar.

“Dalam sisi pembayaran dari rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2020 sementara menerima pembiayaan sebesar Rp138, 02 miliar dan untuk pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 5 miliar.

Dalam rangka peningkatan pendapatan asli daerah yaitu penambahan penyertaan modal ke bank Riau kepi, untuk di ketahui bersama deviden yang telah di berikan untuk pemerintah kabupaten Natuna sampai dengan anggaran tahun 2019 sebesar Rp 26,57 miliar dari nilai penyertaan modal Rp 28,94miliar”, tutupnya. (Red)

Editor : Papi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

News Feed