oleh

Tokek Arung

Oleh : Asril Masbah

Tokek – tokek harung yang bagak itu

Mereka baru saja

Tersembul dari lubang – lubang batu

Badannya menghijau

Baunya amis

Tokek-tokek harung yang bagak itu

Penuh lumut-lumut kedunguan

Gayanya angkuh

Lakunya tak senonoh

Mereka menginjak-injak petua para tetua

Melangkah pepatah Hang Tuah

Menantang pantang di hari petang

 

Tokek-tokek harung yang bagak itu

Membual memekik-mekik

Beriklan di dinding-dinding laka

Menunjuk – nunjuk langit

Memaki – maki teman sejawat

Hatinya membusuk dan mendengki

Berjingkrak-jingkrak

Riang gembira di atas derita siapa saja yang dia tak suka

 

Tokek-tokek harung yang bagak itu

Mengusik nalarku

Setelah lebih 40 tahun usiaku

Menjadi pelengkap cerita senjaku

Ke anak cucu

(Tarempa, 22/10/2019)

 

asril m

*) Asril Masbah, lahir di Letung, Kecamatan Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas, 17 Maret 1979, sebuah kampung kecil di ujung utara Indonesia. Aktif menulis berbagai karya tulis, seperti puisi, kolom, opini dan beberapa karya tulis lainnya. Bermastautin di Anambas saat ini dan tunak bekerja sebagai  pengsuh Surat Kabar Umum Anambas Pos, satu-satunya media cetak terbitan lokal di Anambas saat ini. Telah membacakan puisi pada beberapa perhelatan seni di Anambas. Mendirikan Komunitas Seni Kayuh Sejejak di Anambas sebagai tempat mengeksplor potensi berkesenian di Anambas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *