oleh

Tim KLHK dan BC Teruskan Pemeriksaan Kontainer Berisi Sampah

MEDAKO.CO.ID, Batam – Tim gabungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Bea dan Cukai (BC) kembali melakukan pemeriksaan terhadap kontainer yang diduga membawa limbah mengandung bahan beracun dan berbahaya (B3).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Herman Rozie mengatakan masih ada sekitar 37 kontainer lagi yang belum diperiksa. “Yang melakukan uji lab kementerian bersama BC. Nanti hasilnya juga mereka yang akan menyampaikan. Sekarang masih tahap pemeriksaan dan uji lab,” ujarnya di Batam Centre, Senin, 17 Juni 2019.

Akhir pekan lalu, Jumat (14/6), Wali Kota Batam Muhammad Rudi juga meninjau langsung kontainer-kontainer di Pelabuhan Batuampar tersebut. Ia mengatakan semua hal ada aturannya. Hanya tinggal diikuti dan dijalankan semua pihak. Dan instansi terkait memiliki kewenangan masing-masing.

“Kenapa diperiksa tentu ada indikasi. Tapi kita lihat sejauh mana yang dipersangkakan itu terbukti. Kita tunggu saja hasil labnya,” kata ia.

Rudi mengatakan apabila biji plastik yang diimpor tidak masalah. Karena stok lokal memang tidak mencukupi untuk kebutuhan produksi plastik. Tapi apabila perusahaan mengimpor sampah plastik, ini yang tidak dibenarkan pemerintah.

Ia berharap perusahaan yang ditunjuk untuk survei benar-benar melakukan pemeriksaan. Sehingga barang yang masuk memang bahan baku industri bukan sampah apalagi limbah B3.

“Tak boleh main terima saja, harus cek juga. Mudah-mudahan ini kejadian pertama dan terakhir,” ujar Rudi.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam, Susila Brata menyebutkan total ada 65 kontainer dalam 16 dokumen milik empat perusahaan yang diperiksa. Kontainer berasal dari Amerika dan Eropa. Tujuannya ke Batam untuk diolah. Dan importirnya adalah perusahaan produsen.

“Belum semua dibuka. Kemarin ambil sampel, ada tiga yang belum penuhi syarat. Ada empat yang tidak ada masalah jadi sudah kita rilis. Yang belum penuhi syarat disegel supaya tak digunakan dulu,” tuturnya.

Menurut Susila, belum tentu semua barang yang diperiksa tersebut melanggar aturan. Penentuan ada tidaknya limbah B3 nanti berdasarkan hasil uji laboratorium.

Sebelum diimpor ke Batam, ia menambahkan, kontainer tersebut sudah disurvei surveyor luar negeri. “Sekarang kondisi seperti ini, berarti yang menyatakan itu yang harus dicari. Apabila memang ditemukan limbah B3, Permendag sudah katakan harus dikembalikan,” ujarnya.

Reporter: Umi Nur

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed