oleh

The Three Musketeers Disbudpar

MEDAKO.CO.ID, Tanjungpinang- Pernah nonton film Three Muskeeters? Sebuah cerita klasik yang berasal dari negeri Perancis. Dalam film digambarkan tentang tiga sosok pemberani melawan rencana licik Kardinal Richelieu yang ingin menguasai negerinya. Setting filmnya sekitar abad 17 Masehi. Nah, cerita ini bolehlah diparodikan dengan kondisi rutinitas di Disbudpar Kota Tanjungpinang.

Kardinal Richelieu bisa diibaratkan sebuah lokasi wisata yang eksotik dan garang ataupun momen langka dan unik yang harus ditaklukkan. Aslinya tiga sosok The Three Musketeers adalah Athos, Porthos dan Aramis. Pahlawan-pahlawan yang menyelamatkan tahta Prancis.

Adapun Three Musketeers Disbudpar adalah Awang, Away, dan Lanky. Ketiganya merupakan fotographer andal yang dimilki Disbudpar. Betapa tidak, mereka saling mengisi satu sama lain dalam setiap even atau perhelatan besar berskala nasional maupun internasional yang diselenggarakan dinasnya. Sebut saja festival pulau penyengat, parade tari, festival mooncake, gawai seni, dan yang akan datang dragon boat.

Mereka selalu kompak bahu-membahu menunggu momen-momen penting untuk diabadikan melalui kamera dan dronenya di tangan. Ibarat Three Muskeeters dengan pedangnya. Mereka bertiga sudah kenal satu sama lain, dan sudah saling memahami karakter masing-masing. Ibarat pepatah asam di darat ikan di laut, bertemu dalam belanga.

“Kalau Awang selalu saya yang bangunkan subuh hari. Biar tak telajak bangun,” kata Lanki tentang rekannya seolah-olah menunjukkan sudah paham benar dengan kebiasaannya. “Tapi dia mentor saya di kantor,” Lanki menambahkan.

Lain pula dengan Away. “Lanki orangnya detail dan total. Cuma kadang saya suka tak paham betul maksudnya,” terangnya bercerita sembari menuju masjid.

Sedangkan awang yang lebih senior dalam hal usia maupun penampilan, terlihat bijak menilai kedua temannya itu. “Away tu pilot drone andal. Kalau tak ade die kurang lengkap hasil jepretan kami. Kalau Lanki pulak, budak tu lawa, setiap lokasi dan momen yang ia ambil macam dah senyum dengan dia tu. Apalagi kalau ada model wanitanya,” katanya panjang lebar.

Begitulah mereka bertiga. Layaknya Three Musketeer. Mereka mengabdikan hidup mereka untuk mengabadikan setiap momen dan berjuang dalam mempromosikan pariwisata dan budaya Tanjungpinang melalui tangan, mata, kamera, visi dan intuisi mereka.

Tak heran jika suatu saat foto-foto dan video pariwisata Tanjungpinang akan terekspose luas melalu hasil karya mereka. Kekompakan dan kebersamaan akan menjadi tonggak pergerakan mereka. Seperti semboyan The Three Musketeers yang terkenal: one for all, all for one. Satu untuk semua, semua untuk satu.

Cak Wit

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed