oleh

Tawa Lebar ala Pak Jan

MEDAKO.CO.ID, Tanjungpinang- Lebih kurang 30 tahun lamanya mengabdi sebagai seorang ASN, inilah pertama kalinya senyum terjujur dan tawa paling hakiki yang datang dari seorang Januar. Selanjutnya kita panggil Pak Jan karena usianya yang senior.

Saat ini Pak Jan sedang menikmati hari-hari terakhirnya sebagai salah satu Kepala Seksi di bidang Ekonomi Kreatif Disbudpar Kota Tanjungpinang. Karena awal Oktober nanti, ia akan memasuki masa purnabhakti.

Sungguh suatu kondisi yang selalu diidam-idamkan setiap ASN. Berhasil memasuki masa pensiun dengan mulus, lancar, tanpa beban alias lempeng. Apalagi di tengah kondisi beban tugas dan tanggungjawab ASN sekarang ini yang terasa begitu kompleks.

Tak mengherankan jika belakangan ini rekan-rekannya akan terus disajikan tawa tawa lepas Pak Jan. “Ingin rasanya pensiun seperti Pak Jan, aman dan tak pernah terlibat masalah berat,” ujar Tuti, penggemar Pak Jan yang baru empat tahun jadi pegawai.

Pak Jan sendiri ketika ditemui di ruang kerjanya yang sempit tapi sejuk, tampak sukacita mendengar SK pensiunnya terbit. “Alhamdulillah SK pensiun dari BKn sudah keluar, tinggal menunggu SK petikannya aje. Tak sabar rasanye,” kata Pak Jan dengan logat melayu khas kampungnya, Tarempa.

Pak Jan bersama rekannya Sukatno sama sama menunggu pensiun.
Pak Jan bersama rekannya Sukatno sama sama menunggu pensiun.

Ketika ditanya kenapa begitu antusias menyambut masa pensiun, Pak Jan menjelaskan bahwa masa inilah yang ia tunggu. Karena ketika masih jadi pegawai aktif banyak hal belum sepenuhnya terlaksana. Salah satunya adalah dekor-mendekor. Selain ASN, Pak Jan juga punya keahlian membuat dekorasi acara-acara perkawinan, pentas seni, panggung acara pemerintahan. Seniman, budayawan, dan PPTK mana yang tak mengenalnya.

“Sedaplah Pak Jan. Bentar lagi pensiun. Duit pesangon dari Taspen nanti bisalah jadi modal mengembangkan usaha. Saya doakan sukses,” kata Ratna, Uni Ekrap yang juga atasan Pak Jan di kantor.

Disaat pegawai lain bingung akan berbuat apa ketika memasuki masa pensiun, tidak berlaku bagi Pak Jan. Ia sudah mempersiapkan bekal masa depannya sejak lama. Itu sebab tawanya begitu lebar tanpa sekat.

Selamat memasuki masa purnabakti, Pak Jan. Semoga tentram dengan aktifitas barunya. Dan semoga jasa selama mengabdi di Pemerintah Kota Tanjungpinang jadi ladang pahala. Amin.

Cak Wit

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed