oleh

Tak Balas SMS Bos, Karyawan Dipecat

MEDAKO.CO.ID, Kepri- Bos sebuah perusahaan di Tiongkok harus berurusan dengan hukum lantaran memecat karyawannya secara sepihak. Cuma gara-gara SMS.

Dilansir World of Buzz pekan lalu, cerita bermula saat Wang (perempuan) telah pulang kerja. Tak dinyana malam-malam Bosnya mengirim SMS. Memberi tugas tambahan membuat laporan pendapatan tahunan perusahaan. Malam itu juga.

Beberapa saat ditunggu tak mendapat tanggapan, Pak Bos mengirim SMS lagi. Kali ini disertai ultimatum: jika dalam tempo 10 menit tak dibalas, Wang akan dipecat. Tak juga dilayan.

Akhirnya Pak Bos geram. Lalu ia menulis pernyataan: terhitung sejak malam ini Wang dipecat. Pengumuman ini kemudian dishare di grup media sosial kantornya.

Wang sempat kaget membaca pernyataan atasannya itu di pagi hari. Tapi dia berpikir Pak Bos hanya bergurau. Maka, dia berangkat kerja seperti biasa.

Tiba kantor, Wang kaget lagi. Sebab, hampir semua rekan di kantornya memastikan bahwa dirinya telah resmi dikeluarkan. Bahkan, gajinya bulan ini tak akan dibayar. Ditambah lagi Wang tengah hamil. Dianggap menghambat efektifitasnya.

Merasa diperlukan semena-mena, Wang membawa kasus ini ke ranah hukum. Dia menujuk pengacara. Kepada pengacaranya Wang mengaku tidak membalas SMS Pak Bos karena telah nyenyak tidur.

Setelah mempelajari, Pengacara Wang mengatakan perusahaan melanggar hukum ketenagakerjaan Tiongkok. Pengacara ini beralasan kliennya telah menyelesaikan kewajiban. Membalas SMS Bos dianggap bukan keharusan karena di luar jam kerja.

Lagipula jika Pak Bos mau memberikan tugas tambahahan, ujar Pengacara tadi, seharusnya Wang mendapatkan uang lembur. Wang dan Pengacaranya menuntut kompensasi 18 ribu yuan atau Rp39 juta dari perusahaan.

Editor: Sudirman