oleh

Senyum Merona Viona

MEDAKO.CO.ID, Tanjungpinang- Wan Viona Angelika. Sekilas menyebut namanya saja bisa dibayangkan seperti apa parasnya. Gadis manis berpostur imut ini kelahiran Tanjung Balai Karimun, 6 Juni 1992. Masih sangat belia. Putri dari Wan Suhermansyah dan Dewi Widiastuti. Destinasi wisata dalam kota yang paling disenanginya Tugu Pensil.

Sayangnya, ketika tulisan ini terbit dipastikan bahwa pelajar yang satu ini sudah tidak lagi di Disbudpar Kota Tanjungpinang. Setelah “berpetualang” selama tiga bulan, terhitung sejak 27 september kemarin, Viona resmi menyelesaikan tugasnya sebagai siswa magang.

“Sedih meninggalkan kantor ketika lagi semangat-semangatnya belajar sambil bekerja,” katanya.

“Apalagi di kantor ini orangnya lucu-lucu. Smart dan multitalent. Ada yang mahir menari, mahir pantun, mahir berbahasa Inggris, Jepang dan Mandarin. Hebat pokoknya. Yang jadi penyair dan pujangga juga banyak,” dia menambahkan.

Pelajar belia yang punya hobi menyanyi ini selama magang di Disbudpar bertugas sebagai recepsionis alias penerima tamu. Dia selalu menyapa tamu-tamu kantor, baik yang lokal maupun mancanegara dengan senyumnya yang khas, sendu dan teduh. Oleh sebab itu ketika Viona “angkat kaki”, banyak kawan-kawan yang kehilangan.

“Ruangan ini kalau ada dia segar,” kata ilham.

Begitu juga dengan rekan sekantor yang lain. Pak Taha, misalnya. Yang oleh Viona dianggap seperti kakeknya sendiri, “Viona itu bagus orangnya. Kalau melayani tamu selalu menebarkan senyum merona. Ah, saye jadi tekenang pulak.”.

Viona, pelajar sederhana yang telah berhasil magang di Disbudpar dan meninggalkan banyak kesan bagi siapapun yang pernah berurusan dengannya. Senyum meronanya akan selalu dikenang.

Pesan Pak Taha, bersemangatlah belajar. Semoga kelak akan menjadi manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa. Khususnya kampung sendiri, Tanjungpinang.

Cak Wit

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed