oleh

Rapat Evaluasi Pemilu, Parpol Kecewa Sikap Bawaslu

MEDAKO.CO.ID, Tarempa- KPU Kepulauan Anambas menggelar rapat evaluasi tahapan masa pemilu dan kampanye. Rapat digelar di aula Siantan Nur, Senin, 19 Agustus 2019.

Ketua KPU Anambas, Jupri Budi memimpin rapat didampingi tiga orang komisioner. Dalam rapat tersebut, Jupri minta pandangan kepada para peserta. Untuk perbaikan penyelenggaraan Pemilu ke depan. Utamanya menjelang Pilkada 2020.

Rapat dimulai sekitar jam 13.30 Wib. Ketua KPU memimpin rapat hanya sampai pukul 15.00 Wib. Ia minta maaf  tidak bisa mengikuti rapat sampai selesai karena harus menghadiri  pembahasan anggaran bersama DPRD. Pimpinan rapat diserahkan ke komisioner KPU.

Ketua Bawaslu, Yopi yang hadir dalam rapat ikut pula meninggalkan ruangan setelah menyampaikan pandangan. Maka, terjadilah ketegangan antara ketua Bawaslu dengan pengurus partai politik. Pimpinan Parpol kecewa terhadap sikap Ketua Bawaslu yang meninggalkan ruangan tanpa menghadirkan komisioner sebagai pengganti. Beberapa Parpol minta Ketua Bawaslu untuk tidak beranjak.

“Kami harap Ketua tetap ada di rapat ini. Kalaupun tidak bisa, tolong dihadirkan komisionernya,” kata M. Sani, salah satu peserta rapat dari Parpol.

Namun permintaan Sani tidak diindahkan. Yopi mengatakan dua orang komisioner Bawaslu sedang dinas luar. Sembari menyusun dua tangan, gestur permintaan maaf, Yopi pun berlalu.

“Kami sudah menitipkan staf kami untuk ikut rapat ini. Nanti mereka akan mencatat apa-apa yang disampaikan selama proses rapat berlangsung,” katanya.

Adapun Komisioner Bawaslu ada tiga orang.

Banyak hal yang disampaikan pengurus Parpol dalam rapat. Khususnya terkait pengawasan Bawaslu. Menurut mereka, fungsi pengawasan Bawaslu kurang maksimal. Sehingga membuat politik uang meningkat di pemilu 2019 ini.

Bahkan bawaslu dianggap tidak melakukan pencegahan dari awal. Hampir rata-rata parpol menyayangkan kinerja Bawaslu yang dianggap sangat lemah ini.

Ketua Pemuda Pancasila Kepulauan Anambas, Asril Masbah yang juga ikut hadir dalam rapat beranggapan Bawaslu sangat tidak maksimal dalam menjalankan fungsinya. Hal senada juga disampaikan Ketua KNPI.

Pengurus Parpol juga menyampaikan kritik terhadap KPU, antara lain menyangkut baliho yang disiapkan oleh KPU. Sedikit Parpol yang memasang baliho akibat terkendala lokasi pemasangan serta tidak ada biaya operasional pemasangan.

Sekretaris DPD PAN, Muslim menyampaikan bahwa kelemahan KPU juga terkait pelatihan untuk Petugas KPPS dan PPK. Karena kurangnya bimbingan tekhnis, hampir di setiap TPS terdapat kesalahan dalam pengisian formulir C1 bahkan sampai C Plano.

“KPU harus memperbanyak pelatihan kepada petugas di KPPS dan PPK. Banyak kesalahan pengisian formulir C1 dan C Plano. Bahkan C1 salah, sekali dibuka C Planonya juga salah. Itu terjadi hampir di setiap TPS. Bahkan sempat terjadi penghitungan ulang, karena sudah tidak tahu lagi yang mana untuk dijadikan pedoman,” kata Muslim.

Yang bisa dipuji dari Pemilu 2019 di Anambas adalah partisipasi pemilih yang meningkat. Sekitar 85 persen masyarakat yang punya hak pilih menggunakan hak suaranya. Hal tersebut melebihi target nasional.

Reporter: Muslim

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed