oleh

Pertunjukan Seni dan Budaya, Meriahkan Malam Puncak HUT Sanggar Langkadura ke 17

MEDAKO.CO.ID,Natuna – Malam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Sanggar Langkadura ke 17, dimeriahkan dengan sejumlah pertunjukan seni dan budaya. Acara berlangsung di Gedung Sri Srindit Ranai, Minggu malam, 3 November 2018.

Dalam kesempatan itu, digelar penutupan lomba tari persembahan, tari sarempang dua belas, akustik lagu Melayu dan pergelaran seni.

Mengusung tema mengenal dan melestarikan seni budaya dari usia belia menuju generasi cerdas, mandiri dan berbudaya tempatan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuna Erson Gempa Afriadi, yang mewakili Bupati Natuna Hamid Rizal dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada sanggar Langkadura. Diusianya yang ke 17 tahun sudah begitu eksis dan mengharumkan nama daerah diberbagai pertunjukan dan perlombaan seni dan tari.

Erson berharap agar kedepan sanggar Langkadura semakin banyak membuat karya dan mengharumkan nama kabupaten Natuna, baik ditingkat nasional maupun internasional.

“Semoga dengan adanya event-event yang sudah di selenggarakan ini bisa bermanfaat, agar anak-anak kita yang sudah memiliki talenta seni bisa menyalurkan bakatnya kepada generasi penerus,”ujar Erson.

Disamping itu, Eerson juga mengajak kepada seluruh sekolah di kabupaten Natuna, agar membentuk sanggar kesenian di sekolah, untuk pembinaan budaya Melayu agar tidak terputus begitu saja.

“Selama ini, kita melihat kesenian daerah kita, kesannya haya sebatas seremonial saja, kalau ada tamu kita tampilkan, setelah itu kita biarkan dia menghilang, generasinya tidak ada,”ucapnya.

Menurut Erson sejak awal pembukaan, sudah melihat cukup banyak peningkatan dari SD hingga SMA, namun sayangnya masih banyak penari yang menggunakan atribut bukan Melayu.

Ia juga menyarankan jika event ini dilaksanakan kembali sebaiknya menggunakan atribut Melayu.

“Kalau event ini di selenggarakan kembali, saya berharap mari sama-sama kita persiapkan atributnya dari sekarang. Sehingga kita benar-benar mengenal budaya Melayu secara maksimal tidak salah, karena jika salah kita mendidik anak kita sejak kecil, yang benar menurut kita maka salahlah sampai kapan pun,”tutup Erson. (Redaksi)

News Feed