oleh

Pelantar Penghubung Sri Tanjung-Tarempa Barat Rusak

MEDAKO.CO.ID, Tarempa,- Pelantar beton arah Jalan Tanjung, RT 01/RW 02, Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, rapuh dan berlubang. Kondisi jalan dinilai mengancam keselamatan.

Untuk menghindari kecelakaan, utamanya bagi pemotor yang melintas, lubang yang menganga di jalan ditutup dengan tong sampah. Sekadarnya.

Salah seorang warga Tanjung, Yanto mengaku cemas setiap kali melewati jalanan ini. Apalagi jika menyaksikan kendaraan jenis tosa yang melintas, ia mengaku ngilu. Mengingat beban kendaraan lumayan berat.

“Kuatir ambrol,” kata Yanto di Tarempa Barat,  Jumat, 9 Agustus 2019.

Jalan tersebut, menurutnya, dibangun sejak puluhan tahun silam. Karena dimakan usia, kondisi jalan kini rapuh dan retak di sana-sini. Bahkan berlubang.

“Jadi sudah cukup lama. Perlu perbaikan,” ujarnya.

Jalan ini merupakan penghubung antar-Desa Sri Tanjung dengan Desa Tarempa Barat. Sehingga banyak masyarakat yang menggunakan akses jalan tersebut setiap hari.

“Karena penghubung antara dua desa, jadi selalu ada tosa dengan beban berat yang melintas,” tutur Yanto.

Pantauan Medako, kondisi jalan yang berlubang itu tidak hanya pada satu titik saja. Namun terdapat beberapa titik, seperti di sekitar Pelabuhan Nelayan Tanjung menuju Pasar Ikan.

Warga Tarempa lainnya,  Rolly Fahzuan menyayangkan jalan yang sudah lama dibangun itu luput dari perhatian Pemkab Anambas. Hingga saat ini tidak ada tanda-tanda jalan tersebut akan diperbaiki atau direhab.

“Padahal menyangkut kepentingan umum dan keselamatan orang banyak,” kata Rolly.

Jalan pelantar beton jalur laut, menurutnya, akses utama bagi masyarakat, pekerja, nelayan dan pengusaha dalam mendistribusikan barang dan kebutuhan pokok.

Itu sebabnya, ujar Rolly, lubang pada jalan ini ditutup menggunakan tong sampah. Sementara ini bagian yang retak dan kropos diberi kayu, sebagai tanda bahwa jalan tersebut rawan dilewati.

Jalan yang hanya memiliki lebar sekitar 3 meter ini juga dimanfaatkan sebagai lahan parkir motor. Sehingga, bila ada kendaraan jenis kaisar melintas, sering terjadi kemacetan.

“Macetnya di depan Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Karena badan jalan digunakan juga sebagai lahan parkir,” ujar Rolly.

Diharapkan sebelum memakan korban, Pemkab segera merenovasi jalan tersebut.

Reporter: Muslim

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *