oleh

Pangarmabar Berkunjung ke Natuna Tinjau Mako Lanal Ranai

MEDAKO.CO.ID – NATUNA, Panglima Armada Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Yudo Margono SE. MM., yang on boat di KRI AHP – 355 tiba di Dermaga Fasilitas Pelabuhan (Faslabuh) TNI AL Selat Lampa, Kamis malam pukul 20.15 WIB.

Setiba disana, Pangarmabar langsung disambut oleh Komandan Lanal Ranai Letkol Laut (P) Harry Setyawan, S.E., mendampingi Komandan Guspurlabar Kolonel Laut (P) Irvansyah.

Kedatangan Pangarmabar tersebut juga dimeriahkan dengan tari persembahan yang dipersembahkan oleh siswa-siswi MTs Al Hidayah Desa Sabang Mawang Barat, selesai menerima tari persembahan Pangarmabar beserta rombongan langsung menuju Mako Lanal Ranai.

Dalam rangkaian kegiatannya di Wilayah Armada Barat, Panglima Armada Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Yudo Margono SE. MM sempat meninjau Pusat Komando Pengendalian (Puskodal), di Mako Lanal Ranai.

Pada kesempatan itu, Pangarmabar juga sempat melakukan pertemuan bersama Danlanal Ranai, Letkol Laut (P) Harry Setyawan, Komandan KRI. LDG – 632, Dan KRI Alamang – 644, Dan KRI Celurit – 641,Dan KRI CND – 375, beserta jajaran perwira staf Lanal Ranai.

Keberadaan Natuna yang saat ini menjadi perhatian utama dunia Internasional harus menjadi perhatian utama Pangkalan TNI AL Ranai. Dalam hal ini Lanal Ranai tidak boleh terlena dengan kondisi yang saat ini dinilai kondusif. Karena dapat saja bahaya atau gangguan datang tanpa diduga.

Terkait dengan letak Natuna yang berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Vietnam dan Malaysia hingga kini masih marak dengan pencurian ikan. Keberadaan Natuna yang memiliki letak strategis ini juga mengundang respon dari Panglima TNI untuk melihat secara langsung seberapa besar tingkat kerawanan di Perairan Natuna.

Pangarmabar mengakui bila di Laut lepas (perbatasan perairan Natuna Utara) banyak sekali aktivitas pengambilan ikan (illegal fishing), namun selama ini kegiatan itu tidak masuk dalam wilayah ZEEI akan tetapi masih berada dalam wilayah yang belum diputuskan tentang batas wilayah antara Indonesia dan Vietnam.

“Sesungguhnya Kapal Ikan Asing (KIA) yang melakukan penangkapan ikan di Wilayah yang belum disetujui oleh kedua negara tersebut, boleh dilakukan tindakan Penghentian, Pemeriksaan dan Penahanan (Henrikan),” kata Pangarmbar.

Pada kesempatan itu juga, Pangarmabar menyinggung posisi pulau Sekatung sebagai salah satu pulau terluar. Menurutnya tindakan pengamanan di Pulau itu harus jelas tugas dan tanggung jawabnya, agar kedepan tidak akan diganggu gugat atau dikuasai oleh pihak asing.

“Satgas Pamtas Pulau Sekatung memang merupakan program Mabes TNI, namun berada di Wilayah Koarmabar, termasuk Posal Pulau Laut juga harus diperhatikan, karena sejatinya merupakan perpanjangan Puldata Intelejen dan Potmar dari Pangkalan TNI AL yang membawahi ,” tambah Laksda TNI Yudo Margono.

Pangarmabar menekankan perlunya menjaga hubungan baik antara TNI AL dengan rakyat, Karena keberadaan tim Potmar harus diakui oleh masyarakat di Daerah bersangkutan.

Pangarmabar juga minta agar Lanal turut memaksimalkan patroli dengan KAL dan Posal yang ada. Oleh karenanya Komandan Pangkalan Angkatan Laut Ranai memiliki tanggung jawab meningkatkan pembinaan kemampuan Intelejen dan Pengamatan wilayah, terhadap personil di setiap Posal.

“Memperbaiki sistem kerja Posal agar terarah dan tidak arogan, merupakan tanggung jawab dari Danlanal,” ujar Pangarmabar.

Pada akhir arahannya, Pangarmabar berpesan kepada jajaran TNI AL yang hadir untuk meningkatkan kinerja di setiap sektor sesuai tupoksi serta tetap saling berkoordinasi. Selain itu, Panglima juga minta kepada Asops pangarmabar, agar menambahkan personil Lanal ranai. Para Komandan KRI yang hadir juga diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam patroli, dengan meningkatkan naluri kecurigaan, dan naluri tempur,juga memperketat pengawasan dan monitoring kontak – kontak yang ada di Laut.

Turut hadir dalam rombongan Pangarmabar, Asintel Pangarmabar Kolonel Laut (T) Widiyanto Pudyo Purnomo, Asintel Danlantamal IV Kolonel Laut (S) Tatang, Asintel Danguspurla Kolonel Laut (P) Andohar, Asops Pangarmabar Kolonel Laut (P) Didong, Kadispen Koarmabar Letkol Laut (P) Agung Nugroho.

Turut mendampingi Danguspurlabar, Komadan KRI AHP – 355 Letkol Laut (P) Tunggul, Komandan KRI CND – 375 Mayor Laut (P) Herman, Komandan KRI Lemadang – 632 Mayor Laut (P) Adi Surono, Komandan KRI Alamang – 644 Mayor Laut (P) M. Reza, Komandan KRI Clurit – 641 Mayor Laut (P) Bagus Jatmiko.

Usai pengarahan, Pangarmabar beserta rombongan bertolak menuju Faslabuh TNI AL di Pelabuhan Selat Lampa, dan bertolak menuju Lanal Tarempa pada pukul 02.00 WIB, Jum’at (30/3/2018) dinihari. (Redaksi)

News Feed