oleh

Ortu Tak Perlu Kuatir, PPDB 15 Hari

MEDAKO.CO.ID, Batam– Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan mengatakan jaringan yang lamban dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) bukan masalah. Karena, menurutnya, waktu pelaksanaan PPDB tahun ini cukup panjang.

“Pada input bersamaan biasalah lelet, tapi tidak down. Jaringan lelet tak jadi masalah karena waktu pendaftaran cukup panjang. Operator sekolah bisa input di jam senggang. Malam, misalnya. Aplikasinya, kan, 24 jam. Dan pendaftaran tak harus hari itu selesai,” kata Hendri di Lubukbaja, Senin, 20 Mei 2019.

Ia akui situs jaringan yang dipakai untuk PPDB SD dan SMP sama. Karena itu wajar jika lalu lintasnya cukup padat. Namun ia mengakui tak menutup kemungkinan proses lambat akibat keterbatasan kapasitas server.

“Tapi nanti kita lihat, kalau memang leletnya karena server, servernya kita tambah. Mudah-mudahan aman. Orang tua tak perlu khawatir karena waktu kita kasih panjang. Selama sejarah PPDB, ini yang terpanjang, 15 hari. Saya rasa di ujung-ujung nanti banyak kosong. Di situ nanti operator bisa input ke sistem,” ujarnya.

Hendri menjelaskan PPDB kali ini tak seperti sebelumnya yang menggunakan aplikasi. Orang tua tak perlu memasukkan data anak ke sistem. Proses input data akan dilakukan operator di tiap sekolah.

“Sekarang ini orang tua siswa langsung daftar ke sekolah. Orang tua datang ke sekolah dengan membawa berkas anak. Terkait data, sekolah yang input. Yang penting data sudah kita pegang,”katanya.

PPDB tahun ini, Hendri menambahkan, murni menggunakan sistem zonasi. Siswa yang diterima adalah mereka yang tinggal di sekitar sekolah. Namun siswa dibenarkan untuk memilih dua sekolah di zonasi yang sama.

“Kita menggunakan maps (peta digital). Dari situ jarak rumah ke sekolah bisa terbaca,” kata ia.

Reporter: Umi Nur

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed