oleh

NasDem “Memanggil” Bobby

KETIKA ditunjuk menjadi Ketua DPD Partai NasDem Kota Tanjungpinang, Bobby Jayanto mengaku tak punya niat maju menjadi calon anggota legislatif (caleg). Keinginannya sejak awal semata-mata hanya ingin membesarkan partai. Tapi jalan hidup berkata lain.

***

KEMBALINYA Bobby ke panggung politik –setelah sepuluh tahun vakum– ternyata mengubah sedikit peta politik di Tanjungpinang. Partai NasDem yang semula hanya dianggap sebelah mata –karena tak punya kursi di DPRD Tanjungpinang maupun DPRD Kepri dari dapil Tanjungpinang– mulai diperhitungkan.

Bobby ibarat “oase” di tengah padang pasir. Dia dianggap mampu menjembatani aspirasi yang terselama ini tersumbat. Orang-orang yang semula menjauhi partai besutan Surya Paloh ini pun mulai merapat. Mereka menyatakan siap bergabung bersama Bobby dan membesarkan NasDem di Tanjungpinang.

Ini terbukti ketika Bobby membuka lowongan bakal calon legislatif (bacaleg) melalui program “NasDem Memanggil,” pada 5 Nopember 2018. Sebagian masyarakat Tanjungpinang antusias mengisi lowongan tersebut.

Dua wakil rakyat di DPRD Kota Tanjungpinang, Fengky Fesinto dari Partai Hanura dan Agung Triyanto dari PKPI memilih meninggalkan partai mereka dan bergabung dengan  NasDem. Sejumlah tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan mantan pengurus parpol ikut bergabung. Berpadunya kader partai lain membuat Bobby makin yakin, partai yang dipimpinnya berjaya.

“Seluruh proses dalam NasDem Memanggil yang diresmikan Ketua DPP Partai NasDem, Surya Paloh, 15 Nopember 2018 itu sama sekali tidak dipungut biaya. Bila ada oknum melakukan mahar politik sanksinya cukup berat. Pengurus bisa langsung dipecat. Ini intruksi dari Pusat,” ujar Bobby.

Ia menekankan pentingnya membangun parpol bersih. Tidak hanya sebatas slogan namun dibuktikan dalam gerakan nyata, sebagaimana fatsun politik tanpa mahar yang menjadi komitmen Partai NasDem dalam pemilihan umum.

“Melalui gerakan politik tanpa mahar ini, Partai Nasdem menjadi satu-satunya partai yang sudah menjalankan gerakan antikorupsi di tanah air. Tidak sebatas slogan, namun dalam arti yang sebenarnya,” kata Bobby.

Tak hanya bicara semangat restorasi yang menjadi “jualan politik” Partai NasDem sejak kelahirannya pada 2011, Bobby juga mengingakan dua target politik yang harus mereka capai pada Pemilu 2019 di Tanjungpinang.

Target utama Partai NasDem dalam Pemilu 2019 adalah memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo – Ma’ruf Amin. “Berikutnya yang tak kalah penting adalah memenangi Pemilu 2019 dengan meraup minmal lima kursi di DPRD Kota Tanjjungpinang dan satu kursi di DPRD Kepri Dapil Tanjungpinang,” katanya.

Waktu itu Booby mengajak kepada tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, dan para pengusaha, kalau ingin jadi caleg 2019 dari Partai Nasdem mulai melengkapi berkas-berkas dan mendaftar di sektariat partai, Jalan Aisyah Sulaiman Nomor 9 Komplek Metro Galaxi, KM 8 Atas, Tanjungpinang.

Ternyata yang mendaftar diluar ekspatasi Bobby dan pengurus partainya. Mereka terpaksa melakukan seleksi terhadap bacaleg. Dari hasil seleksi tersebut terpilihlah 30 orang. Caleg ini terseleksi selanjutnya diplenokan di tingkat DPW untuk disahkan menjadi caleg Partai NasDem Kota Tanjungpinang.

Caleg Partai NasDem yang tersaring 30 orang itu dibagi dalam tiga Dapil di Kota Tanjungpinang. Dapil I (Tanjungpinang Kota dan Tanjungpinang Barat) sebanyak 10 orang: Fengky Fesinto, Mochammad Abdul Sallam, Nana Fitriana, Sofiar, Chandra Wijaya, Said Muchsin Alatas, Elda Ulina Rahmawati, Afrizal, Robert Pasaribu, dan Zulkifli Riawan,

Dapil II (Tanjungpinang Timur) sebanyak 12 orang: Iwan Kusmawan, Mulkanur, Vonny Engeline L, Hendra Jaya, Denny, Hermando, Agus Rizal, Fenty Riawati, Aloysius Dhango Edi Sidabutar, Marhamah Ridhawaty, dan Jericko Santo Panondang Sumbayak.

Dapil III (Bukit Bestari) sebanyak 8 orang: Agus Chandra Wijaya, Irwani Uci Ratna Ningsih, Kartono, Ria Ukur Rindu Tondang, Saliman, Ilfanora, dan Mukmin Hamid.

Bobby Jayanto menyambut kedatangan Surya Dharma Paloh.
Bobby Jayanto menyambut kedatangan Ketua Umum Partai NasDem Surya Dharma Paloh.

Setelah proses pencalegkan tingkat Kota Tanjungpinang selesai, Bobby menyampaikan laporan kepada Surya Paloh. Beberapa hari kemudian Paloh meneleponnya. Dalam percakapan yang terbilang singkat itu Surya Paloh minta Bobby menyusun bacaleg Partai NasDem Kota Dapil Tanjungpinang untuk Provinsi Kepri. Bobby diminta juga ikut mendaftarkan diri.

“Bob, tolong segera susun bacaleg. You harus ikut daftar caleg,” ujar  Paloh seperti ditirukan Bobby.

“Siap, Pak,” jawab Bobby.

Bobby “curiga” Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Kepri, Nurdin Basirun, ikut andil mempengaruhi Surya Paloh menyuruhnya maju sebagai caleg. Padahal sedari awal ia tak punya niat maju menjadi caleg karena ingin istirahat bersama keluarganya disamping mengurus partai dan perusahaannya.

Agaknya Nurdin paham kelemahan Bobby. Hanya “bos besar” yang bisa mempengaruhi hati sahabatnya yang keras bagaikan batu itu.

Kecurigaan Bobby itu ketika melihat reaksi Nurdin beberapa hari setelah Surya Paloh menelepon dirinya. Nurdin bertanya: “Bagaimana proses pencalegan di Tanjungpinang? Amankan.”

“Aman, Pak,” jawabnya.

Di-amanatkan oleh partai untuk membawa visi partai ini dan melihat situasi ekonomi Tanjungpinang ini kacau, Bobby maju. Motto yang ia usung “Bersatu, Berjuang dan Menang.” Ia mengaku all-out. Inilah yang membuat orang-orang separtai dan di luar partai kagum.

Kader dan simpatisan partai merasa termotivasi dengan upaya Bobby membesarkan partai. Mereka merasa terpacu, Bobby diusia senja masih bersemangat, apalagi mereka yang berusia muda.

“Kami ibarat singa lapar yang baru bangun dari tidur panjang,” kata Herman, seniman politik yang juga mengurus barongsai.

Pertemuan dua kali sehari siang dan malam digelar. Pagi adalah waktu untuk dirinya mengurus perusahaan. Siang untuk partai. Bobby masuk ke tiap-tiap kolompok masyarakat. Bobby melakukan pertemuan secara intens dengan sejumlah tokoh masyarakat.

Dalam setiap pertemuan Bobby tak menampik ada pertanyaan dari masyarakat kepada dirinya. Apalagi usianya yang sudah tua namun masih mencalonkan diri sebagai caleg.

“Saya terus terang karena diamanatkan oleh partai, ada baiknya juga saya maju. Karena saya melihat situasi perekonomian Tanjungpinang ini perlu dibenahi,” katanya.

Bobby memang dikenal salah satu tokoh yang peduli terhadap ekonomi daerah. Dalam berbagai forum, dalam kapasitasnya sebagai tokoh masyarakat maupun Ketua Kadin Kota Tanjungpinang, perekonomian Tanjungpinang selalu ia angkat.

***

Akhirnya Bobby melengkapi administasinya sebagai caleg. Ia maju bersama Fajrin Shibab, Syarifah Edda Leonita, Ruziana, dan Agung Triyanto. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed