oleh

Menolak Pinangan Nurdin, Tak Berkutik Dihadapan Paloh

SEPULUH tahun sudah Bobby Jayanto meninggalkan dunia politik. Tiga kali bahkan, ia menolak lamaran Nurdin Basirun bergabung dengan Partai NasDem. Tapi akhirnya luluh.

***

EMPAT tahun lalu, tepatnya di bulan suci Ramadan, Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengajak Bobby Jayanto safari Ramadan. Berkeliling pulau-pulau. Diam-diam rupanya Gubernur memperhatikan sosok Bobby. Keberadaan Bobby di tengah masyarakat yang dikunjungi rombongan safari Ramadan mendapat catatan tersendiri di hati Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Kepri, tersebut.

Bobby menceritakan, sembari menyapa warga, dalam perbincangan kecil Gubernur to the point mengajak Bobby bergabung. “Partai NasDem butuh orang-orang yang merakyat,” ujar Nurdin ditirukan Bobby.

Waktu itu ia belum menyatakan ketertarikannya. “Diumur-umur segini saya ingin santai, Pak. Saya ingin menghabiskan waktu dengan anak dan cucu saya di rumah,” katanya.

Nurdin tak merespon alasan Bobby tersebut. Sebab ia tercatat salah satu tim pasangan Muhammad Sani-Nurdin Basirun (Sanur) ketika Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri.

Dalam pemilihan kepala daerah serentak yang dilaksanakan pada 9 Desember 2015, KPU Provinsi Kepri menetapkan pasangan Sanur menang pemilihan dengan total 347.515 suara. Mengalahkan pasangan Soerya Respationo-Ansar Ahmad (SAH) yang hanya mendapat 305.688 suara.

Muhammad Sani yang baru tiga bulan menjabat sebagai Gubernur akhirnya berpulang, Jumat, 8 April 2016 dalam usia 73 tahun. Dirinya sempat dirawat di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat. Otomatis jabatan yang ditinggalkan Sani digantikan Wakilnya: Nurdin Basirun. Selanjutnya jabatan Nurdin diisi Isdianto, adik kandung Sani.

Gagal membujuk Bobby bergabung dengan Partai NasDem, Nurdin yang waktu itu baru dilantik jadi Gubernur Kepri “curhat” dengan teman-teman pengusaha Bobby di Karimun. Para pengusaha ini lalu mendatangi Bobby di Tanjungpinang menyampaikan pesan Nurdin tersebut.

You gabunglah di Partai NasDem, Bob. “Pak Nurdin tertarik dengan you,” ujar rekan pengusahanya.

Bobby lalu bercerita bahwa ketika safari Ramadan, Nurdin memang telah menyampaikan. Tapi ia belum mau. “Umur tua segini rasanya tak pantas kita kembali turun gunung. Biarlah yang muda-muda yang mengurus partai. Kita nih biar mengurus cucu di rumah,” begitu alasannya.

Tapi Bobby mengaku merasa tak enak hati karena Nurdin sampai mengirim utusan. Adapun dirinya sudah merasa cukup membesarkan Ormas NasDem saja.

Menurut sang teman, selama safari Ramadan, Nurdin melihat sosok Bobby dikenal dimana-mana. Lintas umur, lintas agama, dan lintas suku. Bagi Bobby hal tersebut biasa saja. “Saya kan memang orang yang suka bergaul,” katanya.

Ajakan untuk bergabung di Partai NasDem kembali Nurdin sampaikan di lain kesempatan. Kali ini sangat serius. Keduanya bicara dari hati ke hati.

“Saya butuh Abang membesarkan Partai, khususnya di Tanjungpinang. Kalau tidak sekarang, kapan lagi Abang bergabung. Mari sama-sama kita besarkan Partai NasDem di Provinsi Kepri ini,” kata Nurdin.

Tapi Bobby belum goyah. Dengan halus ia menolak tawaran sahabat akrabnya tersebut.

 

***

SK DPP Partai NasDem.
SK DPP Partai NasDem.

Tawaran itu akhirnya tak bisa ditolak. Persisnya ketika Surya Paloh berkunjung ke Batam untuk memberikan arahan kepada pengurus NasDem di daerah. Bobby juga turut serta saat jamuan makan malam dengan “bos besar” Partai NasDem itu. Menurut Bobby, Paloh bertanya kepada Nurdin kondisi Partai NasDem di Kepri. Ia juga bertanya hal yang sama kepada Sekretaris DPW Partai NasDem Provinsi Kepri, M. Rudi.

Nurdin lalu memaparkan banyak hal terkait NasDem. Khusus di Tanjungpinang, kata dia, pengurus sudah ada, namun belum mau dilantik. Tanpa tendeng olang-aling Nurdin langsung menyebut nama Bobby yang beberapa kali diajak, tapi selalu menolak.

Paloh kemudian memanggil Bobby. “Kamu saja di Tanjungpinang, Bob. Nggak usah ragu. Saya percaya,” kata Paloh.

Bobby tak berkutik. Ia mengaku tidak bisa menunjukkan sikap penolakan di hadapan Paloh. “Saya jawab, siap… siap…,” tuturnya.

Ketika menyampaikan pidato di atas podium, Surya Paloh menyampaikan bahwa lima tahun yang lalu NasDem tak mendapat kursi di DPRD Tanjungpinang. Hal tersebut gara-gara Bobby tak bergabung. “Kamu harus tanggungjawab, Bob,” katanya.

Kendati disampaikan sambil bercanda, Bobby mengaku dirinya tak bisa membantah apa yang disampaikan Surya Paloh. Apalagi Paloh dianggapnya panutan, idola, inspirator, dan gurunya di bidang politik.

Sepulang dari acara di Batam tersebut, Bobby langsung bergerak menyiapkan segala sesuatu sesuai amanah yang diberikan Surya Paloh. Tanpa banyak omong Bobby mulai bekerja.

Pertama yang dilakukannya mencari tempat strategis untuk sekretariat. Ditetapkanlah sekretariat NasDem Tanjungpinang, di Jalan Aisyah Sulaiman Nomor 9, Komplek Metro Galaxi, Batu 8. Sekretariat ini diresmikan Gubernur Kepri sekaligus Ketua DPW Nasdem Kepri, Nurdin Basirun, pada 8 September 2016.

Sekretariat beres. Bobby lalu mengundang sejumlah kolega baru dan lama yang dulu pernah satu partai dengannya, yakni Partai Partriot. Mereka diajak bergabung. Kemudian disusunlah kepengurusan. Kepengurusan ini akhirnya dilantik bersamaan pengurus DPD Partai Nasdem Kabupaten dan Kota lainnya di Provinsi Kepri, 28 Agustus 2016 di Batam. Yang melantik Nurdin Basirun.

Bobby sendiri dikukuhkan sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kota Tanjungpinang berdasarkan SK Nomor:582 SK/DPP-NasDem/X/2016 tentang Pengesahan Perubahan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai NasDem Kota Tanjungpinang yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Oktober 2016. SK tersebut ditandatangi Ketua Umum Surya Paloh dan Sekretaris Jendral NasDem, Nining Indra Shaleh.

Usai dilantik, Bobby bergerak cepat. Tak seberapa lama pengurus DPC Partai Nasdem Tanjungpinang terbentuk dan dilantik Nurdin di CK Hotel.

 

***

Menurut Bobby, dalam berbagai pertemuan, Surya Paloh selalu memberikan motivasi. Bahkan secara intens Paloh selalu menanyakan kondisi Partai Nasdem di Tanjungpinang.

“Berapa target perolehan kursi di DPRD Kota dan Provinsi,” kata Paloh menjelang Pemilu 2019.

Kepada “bos besar-nya,” Bobby mengatakan di DPRD Kota Tanjungpinang ada 30 kursi untuk Anggota DPRD. Pemilu 2014 lalu, Nasdem nol. Begitu juga DPRD Provinsi Kepri. Pemilu 2019 Bobby pasang target: 6 kursi di DPRD Kota Tanjungpinang dan 1 kursi dari 5 kursi di DPRD Kepri dari Dapil Tanjungpinang.

“Lanjutkan Bob. Tentu matematika dan hitungan-hitungan kamu mantap. Saya percaya,” kata Paloh.

Motivasi dari Surya Paloh tersebut memberikan semangat kepada Bobby untuk membesarkan partai dengan platform restorasi atau perubahan tersebut. (*) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *