oleh

Komitmen Bersama Selamatkan Hutan Mangrove Desa Batu Gajah Dari Kerusakan

Medako.co.id, Natuna – Pemerintah Desa Batu Gajah, Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna, melalui Kelompok Tani Sukur Jadi menggelar penanaman secara simbolis bibit mangrove di Pian Tanggal Rt 006 Senibung, Batu Gajah Jumat sore, 13 September 2019.

Kegiatan penanaman mangrove ini juga mendapat dukungan penuh dari Kodim 0318/ Natuna dan Bataliyon Komposit I Gardapati Natuna.

Kegiatan penanaman ini merupakan komitmen bersama untuk menyelamatkan mangrove dari kerusakan dan mengganti mangrove yang sudah mati akibat faktor alam maupun manusia.

Dalam sambutannya, Kepala Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) unit V Natuna Tri Susilo Hadi mengatakan tanaman mangrove diketahui memiliki banyak sekali manfaat, diantaranya sebagai penyerap polutan, pencegah intrusi air laut, penelitian dan pendidikan, penyimpan karbon, wisata alam, tempat pemijahan aneka biota laut, pelindung garis pantai dari abrasi dan tsunami, serta tempat berlindung dan berkembang biaknya berbagai jenis fauna ekosistem payau.

Untuk itu, Tri Susilo berharap kelompok tani yang ada ini terus berkembang dan kedepannya memiliki izin usaha dari kementrian langsung, sehingga kelompok Sukur Jadi ini memiliki akses yang lebih besar dan mampu menghasilkan bibit mangrove yang memiliki kualitas tinggi.

“Dalam hal ini kami siap membantu setiap kelompok tani yang ada di Kabupaten Natuna agar kedepannya kita tidak hanya memiliki satu kelompok Tani saja, tetapi memiliki lebih banyak lagi sehingga realisasi penghijauan mangrove di Natuna tereaslisasi lebih cepat” jelasnya.

Tri Susilo juga berpesan kepada kelompok Tani Sukur Jadi agar menggunakan anggaran sebaik mungkin bukan mencari untung dalam pelaksanaan kerjanya.

Selain itu, Tri Susilo juga berharap agar seluruh elemen masyarakat ikut terlibat dalam menjaga dan melestarikan hutang mangrove yang ada di Natuna.

“Saya berharap dengan sangat agar seluruh masyarakat ikut terlibat dalam pelestarian mangrove ini dan juga saya berharap rekan-rekan wartawan juga bersedia untuk mengekspose pebuatan bibit mangrove ini agar setiap daerah bisa tahu dan mau menjaga kawasan hutan mangrove” tutup Tri Susilo.

Masih dalam kesempatan sama, Kasi Intel Kodim 0318 Natuna, Kapten Inf Narta mengatakan penghijauan hutan merupakan hal yang berat sebab untuk sekarang kebakaran hutan sangat sering terjadi yang menyebabkan banyak hutan yang gundul.

Oleh karenanya kami dari Kodim selalu siap untuk membantu dimanapun kapan pun jika bersangkutan dengan penghijauan dan pelestarian hutan.

“Saya dan seluruh anggota Kodim 0318 Natuna selalu siap dalam membatu masyarakat dalam hal pelestarian dan penghijauan baik siang maupun malam” tutup Narta.

Sementara itu, Ilyas ketua kelompok Tani Sukur Jadi sekaligus perpanjang tanganan dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Sei Jang duriangkan (BPDASHL SJD) Kepulauan Riau dalam laporannya mengatakan Kebun Bibit Rakyat (KBR) merupakan program pemerintah dalam hal ini Kemetrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui DPDASHL SJD di Tanjung Pinang Progaram ini diberikan kepada kelompok masyarakat untuk di kelola secara suakelolapa.

Ada 6 kelompok Tani yang ada di Natuna 4 diataranya merupakan kelompok pembuatan bibit mangrove sedangkan 2 lainnya pembibitan kayu-kayu hutan lindung.

Menurut Ilyas pembuatan bibit mangrove ini dilaksanakan pada awal maret 2019 lalu.

Lebih lanjut Ilyas juga menjabarkan ada 2 spesies tanaman mangrove yang di leatarikan oleh kelompok Tani Sukur Jadi yakni Spesies Rizhopora Mucronata target 5250 siap untuk direalisai sebanyak 5.175 batang, Spesies Rizhopora Apiculata target 16.775 siap untuk direalisasi sebanyak 16.225 batang.

“Dari target sekitar 22.000 batang jumlah target yang ingin dicapai alahamdulliah sebanyak 21.400 batang mangrove siap untuk di tanam kembali untuk mengganti mangrove-mangrove yang telah rusak” tutup Ilyas.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan penandatangan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan hutan mangrove di Dusun II Desa Batu Gajah.

Penandatanganan komitmen bersama menjaga kelestarian hutan mangrove di Dusun II Desa Batu Gajah, diikuti oleh Pasintel Kodim 0318/Natuna, Kapten Inf Narta, PJs Kades Batu Gajah Yusraidi, Ketua BPD Batu Gajah Wahyudin, Perwakilan PWI Natuna, Perwakilan AJOI Natuna, Ketua Kelompok Tani KBR Sukur Jadi Ardin dan tokoh masyarakat Desa Batu Gajah. (Red)

Editor : Papi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed