oleh

KKP Kembali Tenggelamkan 7 KIA, Pelaku Illegal Fishing di Laut Natuna

Medako.co.id,Natuna – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia bersama Kejaksaan Negeri Natuna serta jajaran Satgas 115 kembali melalukan pemusnahan barang bukti kapal ikan asing (KIA) pelaku illegal fishing secara serentak diperairan Natuna, Sabtu siang 11 Mei 2019.

Penenggelaman kapal barang bukti pelaku illegal fishing tersebut, dilakukan secara serentak ditiga wilayah diantaranya Natuna sebanyak 7 KIA, Belawan 3 KIA dan Pontianak 3 KIA dengan total keseluruhan 13 KIA yang ditenggelamkan atas komando Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

IMG 20190511 WA0059
Penandatanganan berita acara penenggelaman KIA

Dalam sambutanya, Menteri Susi Pudjiastuti menegaskan, agar seluruh instansi terkait dan jajaran yang ada terus kompak dapat melaksanakan tugas dan saling bahu membahu, menjaga laut dan kedaulatan NKRI. Indonesia harus tegas dan disegani oleh para pelaku pencuri ikan.

Apalagi menurutn, Menteri Susi panjang laut Indonesia nomor 2 di dunia yang masih memiliki persoalan dibidang illegal fhising.

IMG 20190511 WA0062
Menteri Susi Pudjiastuti ketika hendak melakukan penenggelaman KIA di perairan Natuna

“Kita harus kompak, tidak perlu saling menyalahkan, ini adalah permasalahan kita bersama. Jika harus saling menyalahkan senior kita KKP itu juga salah yang telah mengizinkan kapal asing berbendera Indonesia pada tahun 2001. Jadi stop saling menyalahkan, yang perlu kita lakukan saat ini berantas tindak illegal fishing gunakan undang-undang kita”, ucapnya.

Menurut menteri Susi undang-undang penenggelaman ini sangat seram, tapi itulah salah satu sikap tegas kita menghadapi pelaku illagal fhising.

“Penenggelaman ini komando dipegang oleh bapak Presiden Jokowidodo dan di lapangan dipegang oleh saya. Sampai detik ini sudah sepuluh ribuan kapal illegal fhising ditenggelamkan. Ini lah cara yang terbaik untuk kita menghadapi illegal fhising di negara ini,”paparnya.

IMG 20190511 WA0068
Foto bersama perwakilan Duta besar tiga negara

Diwaktu yang sama, Kejari Natuna Juli Isnur menuturkan penenggelaman kapal merupakan tugas negara dengan menjalankan amanah undang-undang Nomor 45 tahun 2009 atas perubahan undang-undang nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan bertujuan untuk memberikan efek jera.

“Kapal-kapal yang akan di tenggelamkan merupakan hasil penangkaran oleh PSDKP dan Polairud dan TNI AL yang telah melanggar Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) wilayak kedaulatan negara Indonesia, “paparnya.

Kegiatan penenggelaman kapal ini jugadisaksikan lamgsung oleh rombongan tiga duta besar dari tiga negara yakni Polandia, Swedia dan Armenia. Sedangkan dari Pemdan Natuna diwakili oleh Sekda Natuna, Wan Siswandi, FKPD, Camat Pulau Tiga Barat, Tokoh Agama, dan tamu undangan. (Red)

Editor : Papi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed