oleh

Kepri Diusulkan Jadi Kawasan Logistik Berikat

MEDAKO.CO.ID, Kepri- Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengusulkan Provinsi ini ditetapkan sebagai Kawasan Logistik Berikat. Dengan begitu, katanya, pengaturan sistem lebih mudah. Daya saing meningkat dan menekan inflasi.

“Apalagi Kepri berhadapan langsung dengan banyak negara tetangga. Posisi ini harus memberi keuntungan besar untuk negeri ini,” kata Nurdin usai menghadiri Pelantikan Kepala BP Batam di Kementerin Perekonomian, Jakarta, Senin, 7 Januari 2018.

Usulan tersebut disampaikan Gubernur setelah berbincang dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito dan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi, disela pertemuan di Kemenko Perekonomian. Dengan Kepri menjadi Kawasan Logistik Berikat, ujar Nurdin, banyak keuntungan.

Apalagi pemerintah pada Septemberi 2015 telah mengeluarkan kebijakan ekonomi volumen II dengan membentuk Pusat Logistik Berikat (PLB). PLB diharapkan mengurangi biaya logistik dan transportasi, serta mendukung pertumbuhan industri domestik. Termasuk kelas kecil dan menengah, meningkatkan investasi asing dan lokal serta dapat membantu membina Indonesia sebagai pusat logistik di kawasan Asia Pasifik.

PLB, menurut Gubernur, merupakan gudang logistik multifungsi yang digunakan importir dan eksportir untuk menyimpan barang yang berasal dari luar wilayah pabean Indonesia dan/atau dari tempat lain di wilayah pabean Indonesia.

Dan khusus Kepri, kawasan logistik berikat yang dimaksud Nurdin lebih soal logistik sembako dan kemudahan masuknya investasi. Dengan posisi yang strategis, kata ia, Kepri bisa menjadi hub logistik di Indonesia, bahkan Asia.

Reporter: Dodi Antolius