oleh

Kemenpar Minta Pemko Siapkan RTRW Penyengat

MEDAKO.CO.ID, Tanjungpinang- Kemenpar RI minta Pemko Tanjungpinang segera menyiapkan Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Pulau Penyengat. Mereka khawatir jika penyengat tak punya RTRW, pembangunan pulau tersebut kurang terarah.

Pemintaan ini disampaikan Asdep Pengembangan Destinasi Kemenpar RI, Lokot Enda Ahmad ketika berdialog dengan Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul, Jumat, 13 April 2019. Wali Kota didampingi Kadis PUPR Hendri, Kepala Balitbang Suryadi, Kadisbudpar Syafaruddin.

Sedangkan Lokot didampingi Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Sejarah Relegi Tradisi dan Seni Budaya Kemenpar RI, Tendi Nur Alam.

Lokot mengatakan perhatian Kemenpar terhadap Pulau Penyengat sangat besar. Sayang sejauh ini Penyengat belum punya RTRW. “Ini yang harus digesa oleh Pemko Tanjungpinang,” katanya.

Lokot mengaku khawatir pembangunan pulau tempat asal usul Bahasa Indonesia itu kurang tepat sasaran tanpa RTRW. “Sangat disayangkan jika itu sampai terjadi,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Wali Kota minta PUPR dan Bapelitbang segera menyusun RTRW Pulau Penyengat. Permintaan tersebut diamini Kadis PUPR dan Kepala Bapelitbang yang hadir pada acara yang digelar di aula Bapelitbang Kota Tanjungpinang.

“Mohon segera disiapkan. Jangan tunggu lagi,” ujar Wali Kota.

Jangan sampai, Wali Kota melanjutkan, pembangunan Penyengat ke depan salah arah. RTRW yang diminta Kemenpar RI hal serius. “Bukan kacang kacang. Perlu segera ditindaklanjuti,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Tendi Nuralam mengatakan Pemko juga perlu membangun taman atau hutan di Pulau Penyengat. Gunanya, kata ia, selain menambah destinasi baru juga bisa dijadikan tempat resapan air.

Persoalan air di Pulau Penyengat, menurut Tendi, akan menjadi dilema yang harus dicarikan solusi dari sekarang. Sebab saat musim kemarau masyarakat kesulitan mencari air.

Untuk pembagunan hutan kota Kemenpar akan mendukung memperjuangkan di Pusat. “Kita akan sounding dengan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI,” ujar Tendi.

Ia mengaku khawatir seiring pertumbuhan penduduk, persoalan air akan menjadi problem massal. “Saat ini saja jika musim kemarau panjang sebagian orang Penyengat sudah pada beli air, baik untuk cuci atau mandi. Ini kenyataan,” katanya.

Kepala Bapelitbang Kota Tanjungpinang, Suryadi menyambut baik ide Tendi. Ia megaku akan segera akan menyusun Detail Engineering Design (DED). Suryadi juga minta dukungan Kemenpar RI terkait pembangunan hutan kota melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Termasuk lobi-lobi ke Kementerian Kehutanan RI.

Reporter: Lukman Hasim

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed