oleh

Kapolres : Mari Bersinergi Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan di Natuna

“Jika segenap elemen masyarakat dan pemerintah saling bersinergi dan saling bahu membahu, maka kebakaran hutan dan lahan di Natuna bisa teratasi dengan baik”

Medako.co.id, Natuna – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) merupakan salah satu persoalan utama yang tidak bisa dipisahkan dari hutan Indonesia. Sebagaimana diketahui, masalah utama sektor kehutanan di Indonesia meliputi kebakaran, kabut dan asap, penerbangan, serta degradasi hutan, kepemilikan tanah dan konflik tenurial.

Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia setiap tahun terjadi, disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya faktor manusia baik sengaja atau tidak disengaja, serta faktor alam yang diakibatkan oleh kemarau panjang.

Untuk mengatasi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Natuna, Polres Natuna melaksanakan apel kesiapsiagaan dalam Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) di bumi Laut Sakti Rantau Bertuah.

IMG 20190819 WA0086
Sekda Natuna, Wan Siswandi, Dandim 0318/Natuna, Letkol Inf Ferry Kriswardana, Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto menandatangani Deklarasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Natuna

Apel kesiap siagaan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Natuna dipimpin oleh Kapolres Natuna, AKBP Nugroho Dwi Karyanto SIK, Senin pagi 19 Agustus 2019 di halaman Mapolres Natuna.

Dalam kesempatan itu, juga dihadiri oleh unsur pimpinan daerah, Ketua DPRD Natuna, para komandan satuan TNI, pejabat Instansi sipil beserta jajaran, Himpunan Melayu Raya, dan para tokoh masyarakat.

Kapolres Natuna, AKBP Nugroho Dwi Karyanto SIK menegaskan bahwa Karhutla merupakan masalah utama yang tidak bisa dipisahkan dari hutan Indonesia. Kebakaran, kabut dan asap, penerbangan, serta degradasi hutan, kepemilikan tanah dan konflik tenurial merupakan masalah hutan dan lahan di Indonesia yang hingga kini masih sering terjadi.

Menurutnya, Kebakaran tiap tahun terjadi disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor manusia baik sengaja atau tidak disengaja, serta faktor alam yang diakibatkan oleh kemarau panjang.

“Faktor kesengajaan diakibatkan salah satunya masayarakat yang membuka lahan perkebunan dengan cara membakar hutan”, ujarnya.

Kebakaran dan kerusakan hutan merupakan akibat adanya kebiasaan sistem ladang berpindah karena dianggap lebih menguntungkan masyarakat karena lebih mudah dan praktis dilakukan, oleh karena itu tak mudah menghilangkan kebiasaan yang sudah menjadi tradisi turun menurun.

“Untuk itu perlu adanya pendekatan dengan cara lembut dan bertahap agar masyarakat dapat menyadari pentingnya menjaga kelestarian hutan dengan tidak membakarnya”, paparnya.

Kapolres Natuna menegaskan, upaya penanganan Karhutla tidak semata menjadi tanggungjawab Pemerintah, namun peran serta dukungan aktif dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan.

“Jika Pemerintah dan segenap elemen masyarakat bersinergi, saling bahu membahu mencegah kebakaran hutan dan maka Karhutla bisa diatasi dengan baik,”ungkapnya.

Dalam kegiatan apel kesiapan ini, dirinya mengharapkan untuk menyamakan langkah serta menyatukan tekad untuk saling bahu-membahu mengantisipasi dan menanggulangi Karhutla di Natuna.

“Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih, semoga apa yang kita lakukan akan memberi manfaat bagi bangsa dan Negara”, harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nugroho juga menyampaikan atensi dari Presiden RI Joko Widodo kepada peserta rakornas Karhutla 2019 di Istana Negara.

Pertama, memprioritaskan pencegahan kebakaran melalui patroli dan deteksi dini.

Kedua, penataan ekosistem gambut agar gambut tetap basah dan buat embung tahan kemarau yang tidak mengering saat kemarau.

Ketiga, segera mungkin padamkan bila ada api dan lakukan pemadaman sebelum api menjadi besar.

Keempat, langkah penegakan hukum yang sudah baik terus ditingkatkan serta konsisten sehingga memberi efek jera kepada pelaku pembakaran. (Rls)

Editor : Papi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed