oleh

Kajati : Ayo Penuhi Laut Dengan Nelayan Lokal, Agar Pencuri Ikan Takut

MEDAKO.CO.ID,Natuna – Kepulauan Riau merupakan daerah poros maritim dengan luas lautan mencapai 95 persen dan daratannya hanya 5 persen. Dengan jumlah pulau 2.408, daerah ini merupakan sasaran empuk bagi pencuri ikan atau ilegal fishing yang dilakukan oleh nelayan negara tetangga seperti, Vietnam dan Thailand.

Salah satu kawasan di Provinsi Kepri yang menjadi sasaran empuk para pelaku ilegal fishing adalah Kabupaten Natuna. Kasus pencurian ikan diperairan Natuna masih tinggi. Setiap bulan penegak hukum dan keamanan laut masih disibukkan dengan belasan bahkan puluhan perkara pencuri ikan ilegal.

Menurut Kajati Kepri, Asri Agung Putra ketika ramah tamah bersama Pemda Natuna di rumah Makan Sisi Basisir Ranai, Senin malam 29 Oktober 2018, pemerintah telah menempuh berbagai langkah dalam upaya penegakan hukum di laut, mulai dari pengerahan kapal perang, kapal pengawas, sarana keamanan laut, penguatan instansi terkait hingga pada pembentukan Pengadilan Perikanan di Natuna.

Namun semua langkah ini, menurut Asri belum bisa dibilang maksimal mengurangi tingkat pencurian ikan di laut Natuna yang sangat merugikan nelayan lokal dan daerah.

“Analisa saya sebagai Jaksa, tinggal masyarakat yang belum berperan besar menjaga keamanan laut di Natuna. Kalau pemerintah saya rasa sudah cukup bagus, berbagai upaya telah dilakukan. Pengamanan dan penindakan tegas terhadap pelaku pencuri ikan terus dilakukan secara maksimal,”ungkapnya.

Kajati Asri menuturkan, nelayan memiliki efektifitas tinggi pada upaya pengamanan dan penegakan hukum di laut. Keberadaan mereka di laut dapat menciptakan efek deterens (rasa gentar) bagi pencuri ikan, mereka juga bisa berfungsi sebagai spionase negara.

“Saya yakin dengan banyaknya nelayan kita di laut, pencuri ikan itu paling tidak akan merasa segan dan malu melakukan aktifitas illegal fishing di tempat kita,” ungkapnya.

Dengan begitu, Asri menekankan kepada pemerintah daerah agar meningkatkan jumlah dan kualitas nelayan tempatam sehingga upaya menciptakan kesejahteraan dan keamanan laut dapat diraih secara bersamaan.

“Pemerintah bisa merangkul perbankan dan stakholder lain untuk memperbanyak nelayan. Laut kita ini harus ramai dengan nelayan agar masyarakat kita makmur dan laut aman,”pinta Kajati.

Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang hendak mendrop ribuan nelayan untuk meramaikan perairan Natuna.

“Saya dengar dalam waktu dekat ini akan ada droping nelayan ke Natuna sebanyak 5000 nelayan untuk tahap awal. Ini langkah yang bagus untuk menggarap potensi perikanan Natuna, sekaligus sebagai pagar pencegah pencurian ikan oleh nelayan asing,”ujarnya. (Redaksi)

News Feed