oleh

Dibudpar Tanjungpinang Gelar Workshop Pembentukan Kelompok Sadar Lestari Cagar Budaya

MEDAKO.CO.ID, Tanjungpinang – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang menggelar Workshop tentang Pembentukan Kelompok Sadar Lestari Cagar Budaya, di Hotel Bintan Plaza, Selasa, 30 Juli 2019. Kegiatan dibuka Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul didampingi Wakilnya, Rahma. Hadir Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Surjadi.

Kegiatan diikuti 100 peserta, berasal dari kalangan akademisi, pelajar, mahasiswa, blogger dan vlogger, serta tokoh masyarakay yang aktif mengembangkan kegiatan pariwisata.

Syahrul dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini penting bagi pemerintah untuk melaksanakan kegiatan pelestarian cagar budaya. Tujuannya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

Workshop tentang Pembentukan Kelompok Sadar Lestari Cagar Budaya dipandang penting dilaksanakan guna menumbuhkan rasa cinta akan cagar budaya dan menyatukan persepsi terkait sejarah cagar budaya itu sendiri.

Menurutnya, Tanjungpinang merupakan Kota Tua yang memiliki banyak warisan budaya, banyak peninggalan sejarah Kerajaan Johor, Pahang, Lingga dan juga peninggalan zaman pendudukan belanda dan Jepang.

“Untuk itu saya mengimbau untuk ikut melestarikan cagar budaya yang ada agar bisa diwarisi kepada anak cucu dan dapat membantu meningkatkan kunjungan wisatawan di Kota Tanjungpinang,” katanya.

Syahrul mengaku telah memberikan arahan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk bersinergi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat guna merumuskan Benda Cagar Budaya Kota Tanjungpinang yang akan dituangkan dalam Peraturan Daerah.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Surjadi dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengajak para stakholder untuk ikut bersama menjaga pelestarian cagar budaya.

Saat ini, ujar Surjadi, Tanjungpinang memiliki 85 Cagar Budaya yang sudah diakui dan 46 di antaranya ada di Pulau Penyengat.

Maka, ke depan pemerintah akan mencoba memoles kembali Pulau Penyengat. “Dan Kota Tanjungpinang pada umumnya. Agar menjadi destinasi wisata yang menarik dikunjungi oleh wisatawan,” katanya.

Reporter: Danil S

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed