oleh

Biar Tak Ditebang, Pohon Dinikahi

MEDAKO.CO.ID, Kepri- Pernikahan tak umum kembali terjadi. Pelakunya Karen Cooper. Tinggal di Fort Myers, Florida, Amerika Serikat. Wanita 60 tahun ini menikahi sebatang pohon raksasa.

Karen mengaku sadar, sesadar-sadarnya atas perbuatannya. Dia tidak sedang mengalami semacam gangguan jiwa. Tidak juga gara-gara sakit hati lantaran putus cinta.

Dilansir ABC News, Karen justru mengaku tergugah. Keputusannya menikahi pohon ficus berusia 100 tahun itu untuk menyelamatkan pohon dari penebangan. Apalagi pohon tersebut telah menjadi penanda resmi taman kota tempat Karen tinggal. Sejak dahulu kala.

“Ketika aku mendengar pemerintah kota mau menebangnya, aku seketika berpikir ini tidak boleh terjadi,” kata dia, pekan lalu.

Sebelumnya, pemerintah kota dilaporkan menyetujui permohonan pengembang properti untuk menebang “suami” Karen. Pohon telah dibeli perusahaan seharga US$ 1 juta, atau sekitar Rp 13,7 miliar.

Karen tak setuju. Jika ditebang, kata dia, taman kota Snell Family Park akan jadi lapangan kosong. Selama ini “suaminya” membikin sejuk suasana. Menjadi tempat orang-orang berteduh. Dedaunan dari pohon ini megah, membentuk kanopi seluas lebih dari 2.400 meter persegi.

“Kami kehilangan begitu banyak pohon setelah hantaman Badai Irma, dan kami tidak ingin kota ini kehilangan pohon-pohon lain. Apalagi untuk alasan pembangunan yang semestinya bisa dicarikan solusi lain,” ujar dia.

Meski dianggap aneh, Karen tetap melangsungkan pernikahan. Lebih dari 20 tamu undangan hadir. Resepsi digelar sempena acara komunitas warga setempat.

Sepanjang hidup pohon ficus ini hanya jadi saksi bisu dari banyaknya warga yang melangsungkan pernikahan di bawah rindangnya. Kini lain cerita. Pohonnya yang menikah. Mungkin pemerintah kota batal menebangnya mengingat status pohon sekarang suami orang. “Saya hanya bersenang-senang dengan sesuatu yang sangat serius,” kata Karen.

Editor: Sudirman