oleh

Begini Penjelasan BEI Soal Suspensi Saham PTSN

MEDAKO.CO.ID, Batam– Perdagangan saham PT Sat Nusapersada (kode BEI: PTSN) sempat diberhentikan sementara beberapa waktu lalu. Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Batam, Evan Octavinus mengatakan penghentian dilakukan karena akumulasi kenaikan harga yang signifikan. Penghentian sementara ini dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai.

Tujuannya, kata Evan, memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan dalam mengambil keputusan investasi di saham PTSN.

“Penghentian itu dilakukan dalam rangka cooling down. Tidak semua penghentian itu karena ada masalah,” ujarnya dalam public expose insidentil di Kantor BEI Batam, Kamis, 3 Januari 2018.

Investor Relation Sat Nusapersada, Smailly Andy mengatakan ada beberapa hal yang menurutnya menjadi faktor peningkatan harga saham PTSN. Kerja sama dengan Pegatron pada awal Desember 2018 lalu telah mendongkrak harga saham PTSN di BEI. Pada 2018 tercatat kenaikan harga mencapai 900 persen, dari penawaran saham perdana (IPO) yang hanya Rp 580 per saham.

Saham Sat Nusapersada, Smailly menjelaskan, pernah mengalami penurunan titik terendah pada 3 Maret 2016 yang hanya Rp 54 per saham. Kemudian mengalami titik tertinggi mencapai Rp 1990 pada 28 Desember 2018. “Berada pada urutan ke dua setalah PT Prima Cakrawala Abadi,” ujarnya.

Kemudian pada 31 Oktober 2018, ia melanjutkan, pihaknya merilis laporan keuangan, dampaknya saham naik 24,8 persen dan 24,9 persen. “Saham naik berturut-turut selama dua hari,” kata Smailly.

Kemudian pada 3 Desember 2018 infomasi mengenai Pegatron diunggah melalui situs web IDX. Sehingga keesokan harinya saham naik 9,6 persen dan 14 persen dalam dua hari pertama. Dan ditambah dengan pemberitaan di sejumlah media-media nasional.

“Kemudian hasil public expose kami 18 Desember 2018, diinformasikan pembangunan pabrik 12 dan 12A. Sehingga sebagian investor berspekulasi akan adanya potensi pertumbuhan bisnis di tahun 2019,” kata dia.

Menurutnya wajar BEI memberikan perhatian pada perkembangan saham PTSN. Hingga dilakukan penghentian sementara (suspensi) terhadap perdagangan saham.

“Tapi dilakukan suspensi satu hari saja. Setelah itu perdagangan sudah kembali dibuka seperti biasanya,” kata dia.

Smailly juga menjelaskan sejak 2016 produksi Sat Nusapersada untuk telepon cerdas terus mengalami peningkatan. Tahun 2016 diproduksi sebanyak 1.171.297 unit smartphone, kemudian 2017 meningkat menjadi 2.926.647 unit smartphone. Selanjutnya 2018 meningkat signifikan menjadi 11.291.964 unit, dan 16,39 persennya diekspor ke luar negeri.

Direktur Utama PT Sat Nusapersada Tbk., Abidin mengatakan pada 2019 akan diadakan rapat umum pemegang saham (RUPS). Agendanya memutuskan apakah akan dibagikan dividen tunai untuk para pemegang saham. Selain itu, perusahaan juga berencana melepas 10 persen saham Treasury (sellback) di tahun ini.

Pada 2018, menurutnya, Perseroan telah memulai pembangunan Pabrik 12 dan Pabrik 12A dan akan mulai dioperasikan paling lambat akhir Januari 2019. Pabrik 12 terdiri dari enam lantai dan akan digunakan untuk proyek Pegatron. Sedangkan pabrik 12A terdiri dari lima lantai di mana sebagian digunakan untuk warehouse dan divisiSurface Mount Technology (SMT). “Lantai 4 dan 5 belum ditentukan pemanfaatannya. Dapat juga digunakan untuk proyek baru di tahun 2019,” katanya.

Terkait pemberitaan yang marak, Abidin menjelaskan bahwa kerja sama dengan Pegatron bukan untuk produksi IPhone melainkan smarthome.

Reporter: Umi Nur