oleh

Batam Kukuhkan Diri Sebagai Perantara Wisata Daerah Lain di Indonesia

MEDAKO.CO.ID, Batam– Kota Batam mengukuhkan diri sebagai perantara wisata (travel hub) bagi daerah lain di Indonesia. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata mengatakan beberapa waktu lalu pihaknya suskses membantu mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bagansiapiapi, Provinsi Riau.

Diceritakan, sebelumnya Dinas Pariwisata Bagansiapiapi minta Disbudpar Batam turut mempromosikan acara Bakar Tongkang. “Kita sampaikan ke travel agent. Alhamdulillah dapat, tiga wisman Perancis,” kata Ardi di Batam Centre, Selasa, 18 Juni 2019.

Tiga wisman asal negeri Eiffel ini datang melalui Singapura. Dan masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Ferry Internasional Sekupang. Mereka lalu diantar ke pelabuhan domestik untuk melanjutkan perjalanan ke Riau. Kehadiran wisman di Kabupaten Rokan Hilir disambut langsung otoritas pemerintah setempat.

Menurut Ardi, Batam sebagai travel hub sebenarnya sudah berlangsung lama. Namun baru kali ini Disbudpar mengambil peran ikut mempromosikan agenda wisata daerah lain. Bahkan sampai mendatangkan wisman.

“Sekarang kita mulai mengukuhkan diri sebagai travel hub. Indonesia itu memiliki banyak acara kebudayaan yang menarik bagi warga asing. Jadi kita ajak daerah lain, ayo promosikan event pariwisatanya lewat Batam,” katanya.

Mantan Kepala Bagian Humas Setdako Batam ini mengatakan Batam sangat cocok dikembangkan sebagai travel hub Indonesia. Karena memiliki banyak pilihan pintu masuk internasional. Selain itu akses ke daerah lain di Indonesia juga sangat baik. Bisa melalui jalur laut maupun udara.

Adapun bakar tongkang merupakan upacara yang dilakukan masyarakat etnis Tionghoa di Bagansiapiapi, Riau. Konon, ritual yang dalam bahasa Hokian disebut Go Cap Lak ini telah dilakukan sejak 134 tahun silam.  Acara berlangsung tiap tanggal 16 bulan ke-5 menurut kalender Cina.

Pembakaran tongkang menjadi simbol permulaan hidup baru bagi masyarakat keturunan Tionghoa di Bagansiapiapi. Seperti para leluhur mereka yang membakar kapal tongkang saat tiba di Bagansiapiapi dan memutuskan untuk menetap dan memulai hidup baru di kota tersebut.

Tongkang dibakar ini sekarang menjadi destinasi wisata. Bule suka menontonnya.

Reporter: Umi Nur

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed