oleh

Bakamla RI, Gelar Operasi Rutin Pantau Keamanan Laut Natuna Lewat Udara

Medako.co.id, Natuna – Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI), menggelar operasi rutin memantau keamanan laut Natuna dari ketinggian 3000 kaki, menggunakan pesawat Indonesia Coast Guard, Senin 22 Juli 2019.

Pesawat Indonesia Coast Guard lepas landas dari bandar udara Lanud RSA Ranai untuk mengecek keamanan laut dari segala aktivitas dan ancaman illegal fishing.

Direktur Operasi Udara Maritim Bakamla Republik Indonesia, Laksma Guntur Wahyudi, menyampaikan operasi pemantauan keamanan laut Natuna, dilaksananakan secara rutin setiap tahunnya, hal ini bertujuan untuk meminimalisir segala bentuk ancaman dan sesuatu yang bisa saja terjadi di Laut Natuna.

“Kegiatan ini dalam rangka monitoring operasi pengawasan dan keselamatan pelayaran di laut Natuna yang memiliki kekayaan alam begitu melimpah dan luar biasa,”terang Laksma Guntur Wahyudi di bandara Lanud RSA Ranai, Senin (22/7).

Selain itu, tambah Laksma Guntur Wahyudi operasi pemantauan melalui udara ini merupakan salah satu bagian penting dalam perolehan informasi situasi keamanan dan keselamatan laut.

“Seperti yang kita lihat bersama, aktivitas pelayaran dilaut Natuna sangat padat. Banyak kapal-kapal melintas dijalur Alki. Hal itu terbukti dengan terdeteksinya kapal-kapal yang melintas tersebut, dengan menggunakan Automatic Identification System (AIS) yang kita monitoring dari atas pesawat pemantau,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kasubdit Penyelenggara (Supervisi Operasi BHUANA II 2019) Kolonel Bakamla Joko Triwibowo menjelaskan, operasi ini dilaksanakan dengan menggunakan pesawat Indonesian Coast Guard diwilayah perairan Indoneasia diketinggian sekitar 3000 kaki kebawah.

“Operasi keamanan dan keselamatan laut dengan menggunakan pesawat ini, kita laksanakan selama 340 jam diseluruh wilayah indonesia termasuk Laut Natuna,” jelasnya.

Lanjut Kolonel Bakamla Joko Triwibowo, Pada patroli ini apabila ditemukan tanda-tanda dari kapal yang mencurigakan, maka akan langsung di laporkan ke pusat untuk ditindaklanjuti.

“Kita ada dua faktor keamanan dan keselamatan, jika ada kapal yang terditeksi mengalami kecelakaan kita langsung laporkan, sama seperti keamanan apabila terditeksi kapal yang membawa kayu ilegal narkoba maupun para pelaku ilegal fishing maka kita segera melaporkannya kepusat untuk instansi lain menindaknya,” paparnya.

Ia juga berharap, dengan rutinnya patroli laut ini bisa mengurangi tindak pencurian ikan dilaut natuna dari kapal ikan asing.

“Ya, kita berharap dengan adanya patroli ini, sinkronisasi atau sinergitas dalam kegiatan operasi udara ini, baik dalam penyesuaian waktu ,sasaran, tempat atau cakupan area operasi, serta tugas pokok dan fungsi masing-masing instansi bisa berjalan lancar dan sukses,” harapnya. (Red)

Editor : Papi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed