oleh

Babinsa Serda Hendry Jalin Komsos Bersama Petani Cengkeh di Serasan

Medako.co.id, Serasan – Dalam keseharianya menjalankan tugas sebagai abdi negara di daerah Perbatasan NKRI, Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau.

Serda Hendry Purwanto selalu menyempatkan diri untuk melakukan komunikasi sosial (Komsos) bersama warga binaanya yang beradi di Kecmatan Seran dan Serasan Timur Kabupaten Natuna.

Kali ini, Babinsa yang bertugas dibawah Koramil 06/Serasan ini, melakukan komunikasi sosial bersama petani Cengkeh di Kecmatan Serasan, Senin pagi 8 Juli 2019.

Ia mengatakan kegiatan komunikasi sosial dengan masyarakat sangat perlu dilakukan agar tercipta hubungan harmonis dan lebih mengenal antara Babinsa dengan masyarakat setempat.

“Salain silaturahmi, saya berharap dengan sering menjalin komunikasi sosial bersama warga akan tercipta hubungan harmonis dan tidak ada jarak antara Babinsa dengan warga binaan. Sehingga jika ada persoalan yang hadapi oleh warga mereka tidak segan meminta bantuan kepada kita selaku petugas,”ujarnya.

IMG 20190708 WA0049
Babinsa Serda Hendry ketika melakukan Komsos bersama warga binaan petani cengkeh

Selain itu, terang Serda Hendry dalam melakukan komunikasi sosial bersama masyarakat. Ia tidak pernah membeda-bedakan profesi yang digeluti oleh warga. Dimata Serda Hendry semua warga binaanya sama tidak ada perbedaan.

“Kita selalu ingin dekat dengan masyarakat. Dan kita tidak pernah membeda – bedakan warga dari sudut pandang profesi yang mereka geluti setiap hari. Dimata kita semua masyarakat punya hak yang sama apapun profesinya,”terangnya.

Bong Ass salah seorang warga Tanjung Setelung Kecamatan Serasan menyampaikan curahan hatinya kepada Babinsa Serda Hendry saat komunikasi sosial berlangsung.

Menurutnya, saat ini harga cengkeh sangat turun drastis dari harga Rp 80 ribu hingga Rp70 ribu per kilo. Sekarang turun menjadi Rp 55 ribu per kilo.

Bong Ass berharap harga cengkeh kembali naik ke harga semula mencapai Rp 100 hingga Rp110 ribu perkilo.

“Kita berharap harga cengkeh kembali naik ke harga semula mencapai Rp 110 perkilo. Baru cengkehnya akan dijual ke pengepul dan kita sebagai petani tidak rugi lagi,”harapnya. (Red)

Editor : Papi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed