oleh

Atasi Krisis Air Bersih, Wabup Natuna Gesa Pembangunan Embung Sebayar

Medako.co.id, Natuna – Menanggapi keluhan masyarakat tentang krisis air bersih diwilayah Pulau Bunguran dan sekitarnya. Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti meyampaikan Pemerintah Daerah harus cepat membangun embung atau bendungan baru di beberapa titik yang tersedia debit air.

Salah satunya, menurut Ngesti titik -titik atau lokasi yang telah disurvei oleh Badan Wilayah Sungai Sumatra (BWSS) seperti di Sebayar. Lokasi intek air bersih di Sebayar telah disurvei sejak tahun 2016 lalu, kemudian dilanjutkan dengan perencanaan pembangunan. Namun karena terkendala lahan belum dibebaskan oleh Pemerintah Daerah, sehingga pembangunan embung baru masih tertunda.

Wabup Ngesti ketika berdiskusi dengan konsultan BWSS

“BWSS telah lama memminta kepada Pemkab Natuna melalui dinas terkait, untuk menyiapkan lahan agar pembangunan embung baru bisa dilaksanakan, namun sampai sekarang Pemkab belum bisa menyiapkan lahan, sehingga pembangunan masih molor,”terang Wabup Ngesti kepada Medako.co.id, Rabu 3 April 2019.

Menurut Ngesti, pemerintah pusat telah lama menyiapkan anggaran untuk pembangunan bendungan atau embung dari tahun ke tahun. Kalau Pemkab Natuna tidak siap dengan lahan maka anggaran ini akan dialihkan ke daerah lain.

Foto bersama dengan BWSS

“Saya mencoba berdiskusi lagi dengan BWSS untuk tetap membangun bendungan tersebut di Sebayar, dengan mengalihkan tapak bendungan digeser sedikit ke atas. Karena lahan yang tersedia adalah lahan hibah dari keluarga Drs. H. Daeng Rusnadi mantan Bupati Natuna,”tambahnya.

Menindak lanjuti wacana tersebut, Ngesti menyampaikan beberapa hari lalu tepatnya Kamis, 28 Maret 2019 konsultan BWSS bersama dinas terkait dan pemilik lahan Daeng Rusnadi telah meninjau lokasi di Sebayar untuk mereview perencanaan pembangunan embung.

Mantan Bupati Natuna, Daeng Rusnadi bersama konsultan BWSS dan Dinas terkait meninjau lahan yang akan dihibahkan untuk pembangunan embung baru di Sebayar

“Alhamdulillah, setelah menunggu satu tahun pak Daeng langsung menghibahkan lahan seluas 5 hektar untuk pembangunan tapak bendungan dan kami akan segera mengurus proses hibah lahan tersebut, agar pembangunan bendungan cepat dilaksanakan,”jelasnya.

Ditambahkan Ngesti, jika perencanaan sudah selesai, maka pembangunan bendungan bisa segera dimulai pada tahun 2020 atau 2021. Anggaran yang telah dialokasikan untuk pembangunan fisiknya mencapai Rp100 milyar.

“Insha Allah tahun ini kita gesa mereviu dulu perencanaanya dan tahun depan pembangunan fisiknya. Lahan hibah dari keluarga mantan Bupati Natuna Daeng Rusnadi seluas 5 hektar akan segera diproses admintrasinya untuk dihibahkan kepada Pemkab Natuna,”tambah Ngesti.

Berdasarkan hasil survei, terang Ngesti besar debet air di Sebayar mencapai 200 liter per detik menenggelamkan 68 hektar lahan. Sementara ketinggian air mencapai 15 meter. Ketersediaan debit air di Sebayar diprediksi bisa mengakomodir kebutuhan air kota Ranai dan sekitarnya minimal 20 tahun kedepan sesuai dengan perkembangan jumlah penduduk dengan sistem grafitasi bumi.

Ketinggian sungai hari ini selum dibendung sama dengan bukit arai setelah dibendung akan naik setinggi 15 meter minimal.

Sementara, kondisi debid andalan air PDAM saat ini sangat memprihatinkan dengan debid andalan hanya 45 liter perdetik belum ditambah dengan kebocoran pipa.

Sedangkan untuk kebutuhan debid air ditahun 2019 mencapai 91 liter perdetik, sehingga terjadi minus kebutuhan air bersih khususnya untuk masyarakat di pulau Bunguran.

“Mau tidak mau solusinya, kita harus mempercepat pembangunan bendungan baru di Sebayar untuk menambah ketersediaan air baku. Semoga kedepan krisis air tidak terjadi lagi,”harap Ngesti. (don)

Editor : Papi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed