oleh

1.800 Siswa Tertolak Sistem PPDB, Wali Kota Terbitkan Kebijakan

MEDAKO.CO.ID, Batam – Sekitar 1.800 calon siswa tak tertampung di sekolah negeri Batam melalui sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019/2020. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan mengatakan jumlah ini setelah dikurangi daya tampung sekolah terdekat.

“Setelah dikurangi daya tampung sekolah yang masih bisa ditambah,” katanya, di Sekupang, Jumat, 14 Juni 2019.

Misalnya, Hendri melanjutkan, SMPN 3 menolak 700 lebih siswa baru. Sementara SMPN 25 masih bisa menerima 38 siswa. SMPN 20 masih minus 20. “(Jadi) total yang tertolak dari sistem itu ada 1.800-an,” ujarnya.

Terhadap 1.800-an calon siswa ini, Wali Kota Batam menerbitkan kebijakan di luar sistem zonasi yang diterapkan sebelumnya. Kebijakan ini perlu diambil karena wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

“Pemerintah tak bisa tinggal diam. Seandainya di sekolah bisa menambah rombongan belajar (rombel), kita coba tambah. Seperti di SMPN 56, 57, baru empat rombel. Bisa saja tambah satu. Soal guru bisa kita usahakan,” katanya.

Adapun terkait penambahan rombel, Hendri menjelaskan, akan disesuaikan dengan kondisi sekolah. Dan dalam sepekan ini Wali Kota Batam akan turun ke tiap kecamatan untuk menyampaikan kebijakan tersebut.

Kecamatan yang sudah didatangi yakni Sekupang. Terdapat sekitar 300 calon siswa yang tak terakomodir dalam sistem PPDB lalu. Setelah melalui pembahasan, disepakati anak-anak tersebut akan disebar di lima sekolah, selain SMPN 3. Sekolah yang berlokasi di Kelurahan Sei Harapan ini tak bisa menambah siswa lagi karena sudah maksimal.

“Ada lima sekolah yang mungkin kita distribusikan dari yang mendaftar di SMPN 3. Sepakat orangtua bersedia. Walaupun daftar di SMPN3 mereka diterima di sekolah terdekat dari tempat tinggalnya,” tutur Hendri.

“Kecamatan lain belum lagi. Pak Wali sudah sampaikan juga akan turun. Saya rasa tak perlu buru-buru. Sekolah baru masuk 15 Juli. Jadi setelah 21 Juni pun saya rasa tak jadi masalah. Tanggal 17-21 Juni ini kita pakai untuk daftar ulang yang diterima di sistem dulu,” ia menambahkan.

Reporter: Umi Nur

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed