Burung-burung Obiet

Oleh: Wiska Adelia Putri SEPERTI biasa pagi ini Obiet dkejutkan oleh suara merdu burung-burung kesayangannya yang berjejer rapi di sepanjang sudut luar kamarnya. Senyum manis tersungging di wajah polosnya. Dibukanya lebar-lebar jendela kamar. Sejuknya udara pagi begitu nyaman. Senyum semakin mengembang di wajahnya. “Selamat pagi Jakun” sapanya riang pada burung perkutut yang tepat berada dekat jendelanya. “Selamat pagi juga Puna, Pedro, Joki, dan Deden”. Burung-burung yang disapa Obiet semakin rebut berkicau seakan mengucapkan selamat pagi juga padanya. Sesaat Obiet terpana. Dia benar-benar menikmati suara-suara burung tersebut. “Obiet……. Obiet….!” suara halus…

Read More

Aku Sayang Umi

Oleh: Wiska Adelia Putri MALAM  semakin dingin. Suara nyanyian jangkrik terdengar  sayup-sayup di balik malam.  Aisyah menggeliat dan terbangun dengan wajah masam. “Aduh siapa sih yang batuk-batuk dari tadi,”  kata Aisyah dengan wajah kesal. Lama kelamaan suara batuk  itu  makin menggangu tidur  Aisyah. “Aduh Umi kenapa sih gak ditahan saja batuknya, atau pelan-pelan dikitlah,” rengek Aisyah sambil menarik bantal dan menutup telinganya. Matahari mulai mengeluarkan sinarnya dari ufuk timur. Cahayanya masih begitu samar. Aiysah terbangun karena merasakan tepukan halus dan sangat hangat di pipi lembutnya. “Aisyah bangun nak salat, sudah siang!” kata…

Read More

Bakik

Oleh: Wiska Adelia Putri LELA memalingkan wajahnya dari pandangan mata di depannya. Lela khawatir nenek dapat menebak perasaannya saat ini. Perasaan yang bercampur aduk. Antara sayang dan kebencian. Andai saja neneknya punya selera yang sama dengan nenek-nenek lain di dunia, tentulah takkan pernah ada setitik bencipun di hati Lela. Lela tentu akan bebas memeluk dan bermanja dengan neneknya. Nenek terus saja bercerita tentang saudara-saudara Lela di kampungnya, Tarempa. Tentang keindahan air terjun tujuh tingkat yang semakin bedelau. Tentang enaknya lakse kuah kesukaannya, dan banyak lagi yang sebenarnyapun membuat Lela rindu…

Read More

Ibu Terhebat di Dunia

Oleh: Wiska Adelia Putri SUDAH hampir sebulan Riska bersekolah di sini. Sekolah favorit yang hanya bisa dimasuki anak-anak berprestasi dan kaya. Hari ini, Bu Ana, Guru Bahasa Indonesia yang cantik dan ramah itu menyuruh mereka bercerita tentang Ibu masing-masing dalam materi “tokoh idola.” Riska jadi bingung. Dari semalam dia gelisah, berpikir keras, memilih kata-kata yang tepat untuk bercerita tentang ibunya. Ibu yang sangat dibanggakan dan disayanginya. “Selamat pagi, Riska,” sapa Dita ramah. “Pagi juga, Dit,” jawab Riska. “Udah siap belum untuk cerita nanti,” tanya Dita. “Sudah dong,” jawab Riska sembari…

Read More

Cerpenis Cilik itu Kini Sudah Remaja

Mengenal Sosok Wiska Adelia Putri WISKA Adelia Putri, cerpenis kelahiran Tanjungpinang, Provinsi Kepri, 8 Maret 2002. Menulis cerpen ditekuninya sejak duduk dibangku kelas II SD 006 Sei Jang, Kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjungpinang. Dan, disaat usianya 9 tahun ketika duduk dikelas IV SD tahun 2011, Wiska menerbitkan kumpulan cerpennya dalam sebuah buku berjudul “Ingin Bertemu Peri” (Frame Publishing, Yogyakarta, 2011). Kumpulan cerpen ini pernah dibahas oleh sastrawan nasional dari Riau Musa Ismail, Sutrianto dan Abdul Kadir Ibrahim. Buku kumpulan cerpen tersebut diluncurkan Wali Kota Tanjungpinang, Dra. Hj. Suryatati A Manan…

Read More

Festival Kue Bulan Digelar September

MEDAKO.CO.ID, Tanjungpinang- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang segera menggelar Festival Moon Cake atau festival kue bulan. Jika tidak halangan 24 September 2018. Festival ini salah satu kalender event wisata budaya yang telah disusun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk tahun 2018. Lokasinya di Plantar II Tanjungpinang. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang Raja Kholidin, mengatakan guna suksesnya festival pihaknya bekerja sama dengan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI). “Mereka mendukung penuh,” katanya. Ia berharap festival moon cake meningkatkan kunjungan wisatawan. Khususnya dari Singapura dan Malaysia. Tokoh masyarakat Tionghoa Tanjungpinang Bobby…

Read More

Apa Kabar FBK Kepri

MEDAKO.CO.ID, Kepri- Kendati masuk 100 Wonderful Events Indonesia, gaung Festival Bahari Kepri (FBK) tahun ini tidak terdengar lagi. Beda dengan FBK tahun-tahun sebelumnya. Tahun lalu pemberitaan FBK begitu marak. Kini samar. Hanya Dinas Pariwisata Provinsi Kepri yang tahu, “Biasanya berita FBK sudah ramai di media. Sekarang nyaris tidak terdengar,” kata Yanto, Jumat, 3 Agustus 2018, di kantor Medako. Warga Tanjungpinang yang aktif dalam even-even pariwisata daerah ini datang ditemani Aminah, sejawatnya. Yanto mengaku tak sabar menunggu serangkaian event FBK. Karena tahun sebelumnya ia turut serta. Menurutnya, jika FBK tahun ini…

Read More